Legislator: “Polda Papua dan Pangdam Bertanggung Jawab atas Penembakan Anak-anak Papua”

Anggota DPR Papua Laurenzus Kadepa (dok. KM)
Anggota DPR Papua Laurenzus Kadepa (dok. KM)

JAYAPURA (KM) – Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh aparat TNI yang bertugas di Mamberamo Raya dan Timika, Papua, menewaskan tiga anggota polisi dari etnis Orang Asli Papua (OAP) dan tiga warga sipil. Diduga kuat mereka ditembak mati secara sengaja oleh aparat TNI, maka Polda dan Pagdam Papua diminta agar pelaku penembakan brutal itu segera ditangkap. Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR Papua (DPRP) Laurenzius Kadepa dalam keterangan persnya yang diterima KM kemarin 14/4.

“Kapolda Papua, Panglima Kodam Daerah Papua harus bertanggung jawab atas kematian anak-anak Papua,” ujar Laurenzius.

“Hal ini harus dilakukan karena bukti dari pertanggungjawaban moral karena beliau berdua adalah pimpinan militer yang juga adalah anak asli Papua,” tambahnya.

“Maksud dari bertanggung jawab adalah harus menerima aspirasi dari pihak keluarga korban. Apakah pelaku dipecat, diproses hukum atau seperti apa harus ditindaklanjuti. Baik korban di Mamberamo Raya (3 anggota Polisi) maupun yang di Timika (3 warga sipil). Semua bukti dan kronologis dari kedua kasus ini sudah jelas, dan pelaku adalah anggota Tentara Nasional Indonesia,” jelas politisi Nasdem itu.

“Persoalan lain adalah, tolong anggota-anggotanya bisa lebih diberikan pembinaan mental dengan baik, terutama anggota BKO. Karena kejadian seperti ini harusnya tidak perlu terjadi pada masyarakat sipil apalagi misalnya tanpa ada perlawanan sebelumnya,” sambungnya.

Menurut Laurenzius, proses hukum untuk aparat apabila jelas melakukan pelanggaran pidana harus segera ditegakkan agar tidak menimbulkan citra buruk di mata masyarakat nasional dan internasional.

Ia pun mengusulkan agar pembinaan mental aparat diperkuat dengan psikolog militer di setiap pos penugasan.

“Sekali lagi, pembinaan mental aparat di daerah penugasan sangat penting. Bila perlu disetiap pos-pos penugasaan disediakan 1 orang tenaga psikolog untuk memantau perkembangan psikologis setiap aparat dan agar menghindari hal-hal seperti ini terjadi kembali,” katanya.

“Kelompok bertikai, lebih khusus kepada TNI Polri dan TPN PB mari sadar diri demi kemanusiaan. Jangan manfaatkan kesempatan di saat semua pihak berlindung diri dirumah karena takut virus covid-19. Sudah cukup banyak nyawa orang tak berdosa di tanah ini melayang. Sadarlah,” harapnya.

Reporter: Ernest
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*