Kartono, Wartawan Multi Talenta Yang Terlupakan

R.M. Panji Sosrokartono (stock)
R.M. Panji Sosrokartono (stock)

Sosrokartono, tokoh bersejarah yang banyak dilupakan orang, seorang lelaki dengan sederet prestasi dan kemampuan fenomenalnya, namun kisahnya tidak sepopuler adiknya yang bernama Kartini.

Nama lengkapnya adalah R.M. Panji Sosrokartono, kakak kandung R.A. Kartini. Kartono mungkin adalah gambaran pangeran Jawa yang sesungguhnya. Ganteng, kaya, baik hati, terpelajar, dekat dengan rakyat hingga kaum konglomerat.

R.M. Pandji Sosrokartono adalah kakak kesayangan RA Kartini, ia merupakan sarjana pertama asli pribumi yang, sayangnya, sosoknya sering terlupakan.

Kartono adalah pemuda multi talenta yang memiliki banyak keahlian dari mulai jurnalistik/menulis, fotografi, menguasai puluhan bahasa asing hingga kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit. Kartono pun dijuluki “Si Jenius dari Timur”, atas pengaruhnya yang luas di dunia Barat.

Kartono bahkan disebut sebagai ‘de mooie Sos’ atau Sos yang tampan oleh gadis-gadis Eropa. Bukan cuma parasnya yang ganteng, Kartono juga punya sikap dan kisah yang mempesona. Kalau perjuangan Kartini digambarkan dengan dramatis dan melankolis, maka Kartono punya sepak terjang yang lebih giras dan menggairahkan.

Banyak fakta menarik lainnya tentang kejeniusan Kartono yang berselendangkan kesederhanaannya. Dan yang semakin membuatnya istimewa adalah kemampuannya yang misterius dan seolah sakti mandraguna.

Kartono juga seorang wartawan perang yang diberi gelar mayor oleh sekutu. Dalam penugasannya, ia sebenarnya dibekali amunisi untuk melindungi diri. Tapi anehnya, dia menolak membawa senjata. Alih-alih melindungi diri, ia berkeyakinan bahwa karena dirinya tak menyerang orang lain, maka tak perlu membawa senjata. Tubuhnya memang tidak anti peluru, tapi keberanian, kepercayaan diri dan ketenangannya inilah yang membuat Kartono terlihat ‘lain’.

Advertisement

Ia merupakan wartawan perang pertama Indonesia yang bekerja untuk surat kabar berpengaruh The New York Herald, dan mengusai 24 bahasa asing dan 10 bahasa nusantara. Keahlian bahasa asing atau poliglot Kartono ini mungkin baru bisa disaingi oleh K.H. Agus Salim yang menguasai hingga 19 bahasa asing.

Kartono juga dikenal sebagai fotografer pertama yang bisa memotret Gunung Kawi dari atas udara, tanpa menggunakan pesawat/helikopter. Sehingga banyak kalangan yang mempercayai jika Kartono menggunakan “ilmu kesaktiannya” untuk bisa melayang dan memotret Gunung dari atas.

Di jaman itu, putra Jawa bernama Kartono ini juga pernah bikin dunia terperangah. Ibaratnya sosmed di masa kini, Kartono selalu bisa membawa berita terdepan dan akurat, mendahului koran dan media lainnya. Ketika banyak wartawan masih mencari informasi tentang perundingan Jerman dan Prancis, kakak kandung Kartini ini bikin gempar karena malah sudah lebih dulu memberitakan isi perundingan tersebut di New York Herald.

Sepak terjang Kartono dalam dunia jurnalisme yang terkesan melesat cepat, cerdas dan misterius ini membuatnya terkenal dan terhormat di kalangan wartawan luar negeri jaman itu.

Kartono dan Kartini, dua sosok kakak beradik kebanggaan bangsa pada masanya, kisah fenomenalnya patut layak dijadikan contoh inspiratif bagi para jurnalis dan segenap pemuda pemudi generasi penerus bangsa.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*