Kasus Penyekapan oleh Bos E-Commerce Naik ke Tahap Penyidikan, Korban Minta Perlindungan LPSK

Pahrur Dalimunte dan rekan di kantor LPSK, Kamis 5/3/2020 (dok. KM)
Pahrur Dalimunte dan rekan di kantor LPSK, Kamis 5/3/2020 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap keluarga Dony Wijaya oleh seorang bos e-commerce berinisial MMA tengah ditangani Polda Metro Jaya.

Menurut pengacara Dony, Pahrur Dalimunthe, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan sejak 28 Februari 2020 lalu. Peningkatan status perkara itu membuat Pahrur waswas terhadap keselamatan kliennya, sehingga Pahrur meminta agar Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melindungi Dony.

“Selain MMA termasuk pengusaha besar, pelaku yang terlibat merupakan oknum Polri dan TNI AL. Sehingga dengan naiknya status ke penyidikan, maka klien dan kita khawatir kalau-kalau terduga pelaku berbuat sewenang-wenang akibat yang tadi sudah saya singgung,” ungkap Pahrur di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis 5/3.

“Atas laporan itu, LPSK akan meninjau kesehatan psikologis dan medis keluarga Dony. Sebab bukan hanya Dony dan istrinya saja yang diduga mengalami kekerasan psikis, tapi 3 anak Dony yang berusia 2, 5, dan 12 tahun serta seorang mertuanya yang berusia 80 tahun turut jadi korban.”

“Jadi pekan depan akan dijadwalkan dengan keluarga. Ini sudah ada psikolog datang ke sana LPSK. Untuk cek anak-anak di rumah karena semua di bawah umur,” terang Pahrur.

Kasus ini berawal dari dugaan penyekapan dan penganiayaan keluarga Dony di kediamannya di Gunung Putri, Bogor, pada 15 Februari lalu. Dony yang merupakan karyawan MMA dituding menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp21 miliar.

Selain menyekap di rumah, mereka sekeluarga juga dibawa ke rumah bos e-commerce tersebut yang berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Aksi penyekapan berlangsung selama 2 hari yakni pada tanggal 15 dan 16 Februari. Mereka baru bebas pada 17 Februari setelah warga sekitar melaporkan hal itu ke Polsek Gunung Putri, Bogor.

Setelah kejadian itu, Dony didampingi anggota Polsek setempat membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Laporan mereka pun diterima dengan nomor TBL/361/I/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*