Desa Dayeuhkolot Sagalaherang Kenakan Rp300 Ribu sampai Rp1 Juta Per Bidang untuk PTSL, Layani Permohonan dari Luar Kabupaten Juga

Kantor Desa dayeuhkolot, Kabupaten Subang (dok. KM)
Kantor Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Warga penerima program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, mengeluhkan biaya administrasi yang mahal di luar ketentuan.

Biaya PTSL di desa tersebut diduga tidak mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri ATR, Mendagri, dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Sesuai ketentuan SKB 3 Menteri Nomor 25 Tahun 2017, untuk kategori I, Provinsi Papua, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur dikenakan biaya sebesar Rp450 ribu, kategori II Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat sebesar Rp350 ribu, kategori III Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur sebesar Rp250 ribu, kategori IV Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Selatan sebesar Rp200 ribu dan kategori V Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp150 ribu.

“Ya, saya ikut membuat sertipikat (PTSL), biayanya Rp600 ribu untuk dua bidang tanah,” ujar salah seorang warga setempat yang tidak mau disebut namanya.

Menurutnya, biaya sebesar itu diklaim sebagai hasil rapat dan sosialisasi dengan pihak panitia desa. Namun ironisnya, katanya, biaya sebesar itu sudah ditentukan sebelumnya oleh panitia. “Jadi menentukan biaya bukan hasil musyawarah. Biaya sudah ditentukan pihak panitia desa. Padahal biaya sebesar itu bagi warga yang tidak mampu terlalu mahal,” ungkapnya.

Lain halnya bagi warga masyarakat yang mempunyai lahan tanah di luar Kecamatan Sagalaherang, bisa dikenakan biaya Rp500.000, dan di luar Kabupaten mencapai Rp1.000.000.

Kepala Desa Dayeuhkolot, Budiman saat dikonfirmasi pada Kamis 19/3, membenarkan bahwa Desa Dayeuhkolot mendapatkan program PTSL dari BPN pada tahun 2020 sebanyak 1.800 bidang. Namun, menurutnya yang baru terdaftar lengkap sebanyak 830 bidang tanah.

Menurut Budiman, program ini (PTSL) lagi berjalan, dan sudah disosialisasikan dengan masyarakat atas dasar hasil rapat dan musyawarah dengan warga masyarakat desa Dayeuhkolot.

Disinggung mengenai biaya PTSL yang bervariasi, Budiman mengakuinya. “Ya, semua itu atas kesepakatan warga masyarakat dengan panitia,” katanya.

Menurutnya, kalau mengacu kepada SKB 3 Mentri biaya Rp150.000, “tidak mencukupi” untuk mengurus program ini. “Maka dari itu pihak panitia bersama warga mayarakat bersepakat untuk memberikan biaya tambahan. Bahkan pada saat sosialisasi juga disaksikan oleh para aparat terkait, mereka setuju, supaya program ini berjalan lancar,” katanya.

Budiman juga menerangkan bahwa biaya PTSL sebesar Rp.300.000 per bidang untuk warga desa setempat. Bagi warga di luar kecamatan dikenakan biaya Rp500.000, dan warga masyarakat di luar kabupaten biayanya Rp1.000.000.

Reporter: Sunardi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*