Bupati Subang: “Normalisasi Sungai Atau Kali Harus Dilakukan Agar Bencana Banjir Tidak Terjadi Lagi”

Bupati Subang sedang rapat bersama Sekda Subang, OPD serta para Camat di Ruang Rapat Bupati Subang, Jumat 28/2/2020 (dok. KM)
Bupati Subang sedang rapat bersama Sekda Subang, OPD serta para Camat di Ruang Rapat Bupati Subang, Jumat 28/2/2020 (dok. KM)

SUBANG (KM) – Bupati Subang Ruhimat bersama Sekda dan OPD terkait serta para camat mengadakan rapat pembahasan pasca bencana banjir dan penanggulangan bencana banjir yang terjadi di daerah Pamanukan dan sekitarnya di ruang rapat Bupati, Jumat 28/2.

Sekda Kabupaten Subang, Aminudin dalam rapat menyampaikan bahwa ada sembilan kecamatan yang terkena dampak banjir tersebut,
sedangkan status masih tetap siaga darurat banjir, hingga Kamis 27/2 dan Jumat 28/2, peningkatan atau penurunan masih berdasarkan ketinggian air.

Kepala BPBD Kabupaten Subang, Hidayat menyampaikan, pertama yang harus diselamatkan adalah jiwa dari dampak bencana banjir yang terjadi di daerah pantura tersebut.

Hidayat juga mengklarifikasi kabar musibah meninggalnya dua orang anak, yang diketahui saat sedang bermain di aliran sungai dan bukan meninggal akibat banjir.

“Dampak banjir yang terjadi, selain adanya pengungsi dan rumah terendam banjir, ada tanggul yang jebol, sawah dan tambak masyarakat yang terkena banjir. Dari dua belas kecamatan yang terdampak banjir yang paling parah daerah Pamanukan Kota dan status kita masih status siaga darurat bencana banjir,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan apabila data yang tidak sesuai atau tidak sama dengan data yang didapat Bupati, “itu semata-mata karena adanya keterbatasan pihaknya di lapangan.”

Sementara itu, untuk logistik sudah disiapkan di posko utama di Pamanukan.

Bupati Ruhimat dalam kesempatan tersebut meminta jajarannya agar “tetap siaga”.

“Untuk Dinas Kesehatan, meskipun banjir sudah mulai surut, saya minta tetap siaga untuk menghadapi pasca banjir tersebut,” pinta Bupati.

Dalam kesempatan rapat evaluasi tersebut, Bupati berharap untuk kedepannya agar musibah tersebut dapat diantisipasi.

Bupati juga menginstruksikan PUPR untuk mendata 17 bendungan yang jebol untuk secepatnya dilaksanakan perbaikan. Normalisasi sungai atau kali harus dilakukan agar bencana banjir tidak terjadi lagi. Untuk pengelolaan sampah sebanyak dua belas kecamatan sudah menyampaikan permohonan truk sampah.

“Terkait bantuan Gubernur Jawa Barat akan dialokasikan kepada rumah yang terdampak bencana banjir dan dialokasikan untuk sembako korban banjir,” pungkasnya.

Reporter: Sunardi, Mulyadi.
Editor: HJA

Komentar Facebook
KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.