Tolak Penggunaan Anggaran Fantastis untuk Pembangunan Kantor Kecamatan Pamijahan, Aktivis: “Gedung-gedung Sekolah Masih Tidak Layak”

Kondisi meja dan bangku di SDN Gn Picung IV, Kecamatan Pamijahan (dok. KM)
Kondisi meja dan bangku di SDN Gn Picung IV, Kecamatan Pamijahan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Rencana pembangunan kantor Kecamatan Pamijahan dengan nilai yang fantastis sebesar Rp 7.5 miliar ditambah dengan gedung serbaguna sebesar Rp 1 miliar menggunakan anggaran yang bersumber dari sisa Bonus Produksi yang dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bogor mendapat kritikan dari warga Pamijahan.

“Warga bukan menolak pembangunan kantor Kecamatan tersebut, seharusnya, Pemda Bogor memiliki skala prioritas, mana yang harus diutamakan dalam pembangunan diwilayah,” ungkap warga Pamijahan Ali Tauvan kepada KM, Jumat 7/2.

“Misalnya pembangunan sarana dan prasarana yang ada di sekolahan, seperti SDN Gunung Picung IV, yang terletak di Kampung Susukan RT 03/02 Desa Gunung Picung Kecamatan Pamijahan. Gedung tersebut jelas sangat membutuhkan bangku dan meja untuk proses belajar mengajar, karena siswanya hampir semua warga Pamijahan,” terang Ali.

Ali menuturkan, rencana pembangunan Kantor Kecamatan dengan menggunakan dana Bonus Produksi tersebut “jelas merupakan pengkhianatan” terhadap masyarakat Pamijahan.

“Ya karena Bonus Produksi itu jelas milik dan hak dari warga Pamijahan,” tutur Ali.

Terpisah, aktivis Bogor Sabri Maulana Ibrahim mengatakan, adanya rencana pembangunan Kantor Kecamatan Pamijahan dengan anggaran Bonus Produksi, dengan tegas ditolak pihaknya.

“Ya kami dari Balad Pamijahan akan melayangkan surat untuk audiensi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, untuk menolak rencana pembangunan tersebut,” ungkap Sabri.

“Percuma Kantor Kecamatan dibangun dengan megah, tapi gedung-gedung sekolah masih banyak yang tidak layak,” tutup Sabri.

Reporter : Red

Komentar Facebook