Situs “Makam Jerman”, Kuburan Mistis 10 Prajurit Nazi di Megamendung

Situs Makam Jerman di Megamendung, Kabupaten bogor (dok. KM)
Situs Makam Jerman di Megamendung, Kabupaten bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) â€“ Situs Makam Jerman yang berlokasi di Kp. Situ, Jalan Arcadomas, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang jaraknya sekitar 3 km dari pertigaan Pasirmuncang, kini sudah jarang dikunjungi orang. Pasalnya, banyak sudah tempat yang lebih menarik, seperti tempat rekreasi keluarga, tempat keramat yang lebih terkenal. Atau, tempat berziarah lainnya yang dianggap suci.

Menurut warga setempat, Dede, Makam Jerman tersebut merupakan kawasan pemakaman bagi 10 orang prajurit Angkatan Laut Jerman.

“Itu semua asli berkebangsaan Jerman […] Mereka tergolong pejuang Angkatan Laut Jerman zaman Perang Dunia [Kedua],” terang Dede saat ditemui KM di lokasi kemarin 25/2.

“Dari zaman PD II dulu, Jerman adalah salah satu pasukan […] yang terdesak ke wilayah Bogor, yang terdesak untuk menghindari dari serangan musuh,” kata Dede.

“Sehingga mereka prajurit yang berjumlah 10 orang tersebut menetap untuk bermukim di daerah Kp. Situ Pasir Muncang Bogor, hingga sekarang sampai menjelang wafatnya, mereka semua dimakamkan di satu lokasi yang dikeliling pepohonan dan dan beberapa pohon besar,” tambah Dede pada KM.

Di tempat terpisah, Rizal, warga Pasirmuncang menerangkan pada KM bahwa tempat pemakaman itu dahulu banyak dikunjungi masyarakat. “Seperti tempat areal wisata atau warga yang ingin tau keberadaan Situs makam. Dan waktu dulu, memang masih dianggap angker, terlebih di waktu malam. Banyak mitos mistis yang ditimbulkan dari omongan warga setempat,” kata Rizal.

“Di zaman saya waktu masih sekolah SD dulu, di Makam Jerman itu, ada anak yang dilarang naik pohon dekat makam, jika tak ingin sakit! Tapi anak tersebut dengan sombong menantang, seraya mengatakan ‘mustahil’. Akibatnya, anak tersebut sakit sungguhan setelah pulang ke rumah,” jelas Rizal.

“Ada keanehan di Makam itu, tanaman kembang yang mengelilingi dinding kuburan tak pernah berubah, tetap tumbuh subur dan herannya lagi, bebatuan koral kecil di sekitar dalam kotak makam, tak berubah sama sekali hingga sekarang. Semua tetap utuh seakan tak pernah tersentuh angin atau tangan manusia,” pungkas Rizal.

Reporter: Tarno HM
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*