Pekerjaan Pemeliharaan Kantor Kelurahan di Bogor Tengah tanpa Prosedur Penunjukan yang Jelas, Pemcam Akui tidak ada SPK, “Kekeluargaan Saja”

Kantor Kecamatan Bogor Tengah (dok. KM)
Kantor Kecamatan Bogor Tengah (dok. KM)

BOGOR (KM) – Muncul dugaan kejanggalan dalam mekanisme dan sistem pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan terhadap gedung-gedung kantor kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, untuk tahun 2020. Hal ini karena pihak Kecamatan sendiri tidak mampu menjelaskan mekanisme dan prosedur penunjukan pelaksana pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Sekretaris Camat Irman Khaerudin mengatakan, di awal tahun 2020 ini ada tiga dari 11 kelurahan di Bogor Tengah di mana pekerjaan pemeliharaan terhadap gedung kantornya sudah berjalan.

“Di antaranya Kelurahan Tegallega, Babakan dan Kebon Kelapa,” ungkap Irman saat dikonfirmasi di Kantor Kecamatan, Rabu 26/2.

Ditanya soal mekanisme, Irman mengaku tidak mengerti secara jelas. “Pekerjaan ini dikerjakan oleh pihak ketiga, ada tiga CV yang mengerjakannya, tapi sistem penunjukannya kurang paham,” akunya.

“Ya pekerjaan oleh pihak ketiga, tapi saya tidak tahu lengkapnya sistem pihak ketiga tersebut seperti apa, nanti bisa ditanyakan ke Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian,” terang Irman.

Irman juga mengatakan bahwa pemeliharaan gedung kantor kelurahan itu merupakan program dari Kecamatan yang memang rutin. “Program rutin anggaran pemeliharaan kelurahan-kelurahan dari kami, dan nominal anggaran juga saya tidak paham,” ujar Irman.

Advertisement

Sementara Kepala Sub Bagian Umum dan Pegawaian Edi Purwanto mengatakan, dari bulan Januari 2020 baru dua kelurahan yang dikerjakan dalam pemeliharaan, yaitu Kelurahan Babakan dan Tegallega dengan anggaran per kelurahan sekitar Rp 100 jutaan.

“Ya itu sifat urgent saja, seperti plafon yang rusak, pengecetan dalam, tapi untuk yang benarnya nanti pada bulan Maret 2020, karena lurahnya minta didahului, dan pekerjaan tersebut dengan menggunakan dana pihak ketiga,” ungkap Ade.

Ditanya soal Surat Perintah Kerja (SPK) Ade menjelaskan, pihaknya tidak memakai SPK. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Giri Kencana di Kelurahan Tegallega dan CV. Asri Rekatama Sejahtera untuk Kelurahan Babakan. “Ya sifatnya hanya urgent saja, jadi tidak ada SPK, belum benar-benar kerja, SPK nanti saat mekanisme LPSE,” terang Ade.

“Jadi itu sifatnya kita minta tolong dulu kepada pelaksana yang sudah ditunjuk. Itu talangin dulu oleh pihak ketiga, jadi kekeluargaan saja,” tambah Ade.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: