Sambangi Pusat Ahmadiyah, Pemuda Katolik Ajak Realisasikan Dokumen Abu Dhabi

Rombongan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Barat saat berkunjung ke pusat Ahmadiyah di Kemang, Kabupaten Bogor.
Rombongan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Barat saat berkunjung ke pusat Ahmadiyah di Kemang, Kabupaten Bogor.

BOGOR (KM) – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat menyambangi Pusat Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia di Kemang, Kabupaten Bogor, Senin malam 3/2.

Dalam kunjungannya tersebut, Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Edi Silaban beserta jajaran pengurus lainnya disambut oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Ahmadiyah, Mubarak Ahmad Kamil.

Menurut Edi, agenda pertemuan yang digagas oleh Pemuda Katolik tersebut bertujuan untuk “menjalin silaturahmi sesama anak bangsa” dan “mengukuhkan pentingnya persatuan dan kesatuan antara sesama generasi muda”.

Ia juga mengajak agar pentingnya budaya dialog terus dilakukan sebagai “jalan kerjasama dalam membangun persaudaraan”.

“Kami ucapkan terima kasih sudah diterima dengan begitu baik, kedepan mari bersama-sama bekerja keras dan lebih keras menyebarkan budaya toleransi,” kata Edi.

Menurut Edi, hal tersebut selaras dengan pesan damai Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar saat bertemu di Uni Emirat Arab melalui dokumen persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia dan hidup bersama dalam menciptakan hidup yang harmonis di antara umat beragama.

Dalam kesempatan yamg sama, Mubarak Ahmad Kamil mengatakan jika perjumpaan kedua organisasi kepemudaan ini adalah suatu “karunia yang patut disyukuri”, dan mengakui “dadanya bergetar” karena senangnya menyambut Pemuda Katolik.

Advertisement

“Kita bersyukur bisa berjumpa malam hari ini. Sejak sore sebelum kedatangan Pemuda Katolik, dada saya bergetar saking senangnya karena akan menyambut tamu istimewa,” ungkap Kamil dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Ketua Umum PP Pemuda Ahmadiyah ini menegaskan bahwa sebagai sesama generasi muda harus bergerak bersama melawan intoleransi yang merupakan akar dari radikalisme.

“Kita harus bergerak bersama, jangan sendiri-sendiri. PR kita sama, melawan intoleransi yang merupakan akar dari radikalisme. Apalagi Jawa Barat yang menurut beberapa survey, tingkat intolerannya masih tinggi. Radikalisme juga virus yang sangat berbahaya karena dapat merusak generasi bangsa,” tegasnya.

Menutup pertemuan, Pemuda Katolik Komda Jabar memberikan Dokumen Abu Dhabi sebagai bahan bacaan penting untuk bisa diterapkan bersama. Dalam pertemuan juga keduanya bersepakat melawan berbagai tindak radikalisme dan intoleransi di tanah air, khususnya di provinsi Jawa Barat.

Reporter: Andri
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*