Musrenbang Cipunagara, Camat Keluhkan Kecilnya Pagu Anggaran dan Macetnya Proyek Bendungan Sadawarna
SUBANG (KM) – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2021 tingkat Kecamatan Cipunagara dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Cipunagara Kamis 6/2. Acara kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Subang, Kapolsek Pagaden, Danramil Pagaden, dinas-dinas se-Kabupaten Subang, para UPTD Kecamatan Cipunagara, para kepala desa dan para pendamping desa se-Kecamatan Cipunagara.
Dalam sambutannya Camat Cipunagara Ubay Subarkah mengatakan bahwa semangat pembangunan masyarakat harus diimbangi dengan kemampuan anggaran dari pemerintah.
“Pembangunan memang sudah dirasakan dan dinikmati oleh semua unsur masyarakat, namun demikian tentu saja keinginan yang begitu besar dan menggebu-gebu tentunya harus diimbangi dengan kemampuan anggaran yang ada dari pemerintah,” ujar Camat.
“Saya memahami bahwa di Kecamatan Cipunagara masih banyak jalan-jalan yang masih belum tergarap atau jalan-jalan masih rusak. Contohnya, dari Kecamatan Cibogo dimulai dari Desa Padaasih, Desa Wanasari, Manyingsal melalui Desa Padamulaya sampai ke Desa Parigimulya, jalan dari Desa Padamulaya sampai ke Desa Jati, jalan dari Desa Parigimulya sampai Desa Kosambi,” paparnya.
“Kecamatan Cipunagara juga mempunyai lahan pertainan yang luas. Artinya mempunyai potensi produk pesawahan terbesar di Kabupaten Subang, tapi anehnya kita tidak memiliki irigasi yang baik sehingga menimbulkan permasalahan, hampir 7 bulan yang lalu Kecamatan Cipunagara tidak berkontribusi besar terhadap hasil padi dan hasil beras di Kabupaten Subang karena hampir 80% persawahan di Kecamatan Cipunagara pesawahan tanah hujan, ketika hujan tidak turun dampaknya pada kegagalan tanam padi,” katanya.
“Padahal pemerintah telah menggembor-gemborkan adanya pembangunan bendungan Sadawarna dan akan membangun saluran air yang akan masuk nantinya ke Kecamatan Cipunagara dimulai dari Desa Sidamulya, Desa Sidajaya dan sampai ke Desa Tanjung, sampai saat ini pembangunan Sadawarna belum terjadi untuk menyalurkan air,” tambahnya.
Menurut Ubay, pagu anggaran yang dikucurkan ke Kecamatan berada di kisaran “hanya 3 miliar”. “Ketika kita pecahkan dengan nilai 3 miliar tersebut untuk pembangunan, ini sangat jauh dengan harapan dan kebutuhan seperti apa yang direncanakan dimulai dari musyawarah pradusun, musyawarah desa dan sampai pada puncaknya musyawarah di kecamatan,” ucapnya.
“Saya juga perlu menyampaikan tentang peraturan Bupati Tentang Dana kewilayahan jadi dana kewilayahan ini 10% pembagian pagunya untuk infrastuktur dan 40% nya untuk sosial budaya dan ekonimi,” pungkasnya.
Reporter: udin
Editor: HJA