40 Kader Lintas Daerah Ikuti Kemah “Ideopolitor Nasional” IMM Bogor

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bogor menggelar kegiatan “Kemah Ideopolitor Nasional” di Gunung Salak Endah selama tiga hari, yakni Jumat-Minggu kemarin. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan menanamkan ideologi, pemikiran yang luas tentang politik, dan meningkatkan kapasitas dalam keorganisasian.

“Kemah Ideopolitor Nasional merupakan bagian daripada program kerja, yang memang disebut dengan program pendukung perkaderan. Bertujuan menggembleng kualitas kader IMM itu sendiri dalam ranah ideologi, politik, dan organisasi,” ungkap Dani Ardiansyah, Ketua Pelaksana, usai kegiatan.

“Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Ideopolitor ini sebanyak 40 orang, dari berbagai daerah seperti Pimpinan Cabang Sidoarjo, Banyumas, Kuningan, hingga Sulawesi dan Pimpinan Cabang lainnya, tak terkecuali internal IMM Bogor,” tambahnya.

“Ideologi IMM tidak lain yaitu gerakan Muhammadiyah, yang mana Muhammadiyah adalah gerakan yang betul-betul memurnikan dari pemahaman takhayul, bid’ah, khurafat. Sedangkan yang kedua yaitu politik. Bagi IMM, politik adalah aktivitas sehari-hari, tapi juga tidak memasuki ruang-ruang seperti halnya partai yang gerakannya praktis. Ketiga adalah organisasi, IMM merupakan gerakan yang berstruktur organisasi, dari mulai ketua dan bidang-bidangnya, dan Muhammadiyah sangat kental dengan pergerakan organisasi. Dari hal itu, IMM Bogor berupaya pada persoalan bahwa IMM harus meneguhkan pergerakan Ideopolitornya itu sendiri,” ucapnya.

Di sisi lain, Arfiano, Ketua Umum PC IMM Bogor mengatakan bahwa Ideopolitor adalah “gebrakan langkah” bagi organisasi IMM.

“Selain meneguhkan ideologi, juga menegaskan bahwa politik bukanlah barang kotor, justru dalam keseharian pun kita melaksanakan politik itu. Kalau kita berpikir negatif terhadap politik, maka kita yang masih menjaga idealisnya akan hanya menjadi penonton dari liciknya orang-orang yang berpolitik,” ungkapnya.

Adapun selama 3 hari kemarin, kader-kader disuguhkan berbagai materi berbobot, seperti gender equality, peran pemuda dalam mewujudkan Indonesia emas 2045, potret demokrasi Indonesia, quo vadis partai politik sebagai instrumen demokrasi dan diakhiri dengan kontekstualisasi gerakan IMM pada pusaran dan pasca Pemilu dalam mengawal sitem demokrasi di Indonesia.

Reporter : Budi
Editor : HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*