“Seperti Kubangan Kerbau”: Warga Karadenan Sayangkan Sikap Pemkab Bogor yang Abaikan Kerusakan Parah di Jl. Aspiya

Kodisi Jl. R. Aspiya, Karadenan, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Kodisi Jl. R. Aspiya, Karadenan, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sudah selama kurang lebih 15 tahun, Jl. R. Aspiya, tepatnya di RT 02 dan RT 03 RW 07, Kelurahan Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, tidak pernah disentuh oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Hal itu dikatakan oleh warga setempat, yang mengatakan bahwa jalan tersebut sering dilalui oleh pejabat, namun, mereka mengabaikan kondisi jalan tersebut.

“Di jalan ini selalu lewat pejabat-pejabat besar Kabupaten Bogor, tapi mereka hanya janji dan janji sampai sekarang, sudah 3 kali pergantian Bupati, pergantian wakil rakyat Kabupaten Bogor, tetapi tetap sama rusak dan hancur. Apa lagi jalan tersebut jalan utama pulang pergi anak sekolah,” ujarnya kepada KM.

Kondisi Jalan Aspiya paling memprihatinkan di depan pintu gerbang SDN Kaumpandak 04. “Saya melihat anak-anak sekolah selalu bergelut dengan kotoran, apalagi banjir bila sudah musim penghujan dan debu bila musim panas, apalagi di musim hujan air tidak mengalir, tidak ada drainase untuk pembuangan ataupun gorong-gorong untuk pembuangan air. Pernah diaspal tetapi tipis sekali. Dari tahun ke tahun diukur-ukur tetapi tidak pernah diperbaiki, sampai capek saya melihatnya,” lanjutnya.

Advertisement

“Semoga Pemerintah Kabupaten Bogor ataupun dinas-dinas terkait melakukan peninjauan ulang ke lokasi jalan yang rusak dan hancur, dan jangan membodoh-bodohi warga lagi, kasihanilah kami dan anak-anak kita yang bersekolah di SDN Kaumpandak 04,” tambahnya.

“Saat akan masuk ke gerbang sekolah sudah dihadapkan dengan kubangan untuk kerbau, itulah pertama yang dilihat saat akan masuk pintu gerbang sekolah,” ucap salah satu warga lainnya.

Adapun SK, warga lain, menyayangkan sikap para petinggi Pemkab Bogor yang mengabaikan kondisi jalan tersebut. “Jalan ini jalan alternatif ke Pemda, wilayah ini wilayah ring satu Kabupaten Bogor, dan di sini selalu dilewati oleh para pejabat terhormat dan pembesar-pembesar Kabupaten Bogor, tapi mata hati nuraninya masih saja tertutup, bagaikan tidak ada permasalahan,” kata SK.

“Hilang semua janji-janji bila mereka sudah duduk di kursi empuk berlapisan emas dunia, kami merasakan jalan rusak dan hancur ini kurang lebih 15 tahun, kasihani kami, kami tidak minta banyak, kami tidak meminta lebih, yang kami pinta dari warga Kampung Pisang dan anak-anak sekolah SDN Kaumpandak 04, perbaiki jalan kami,” pungkasnya.

Reporter: Budi, efri
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*