Masyarakat Kelurahan Sei Merbau Keluhkan Pencemaran Sungai oleh Limbah PT. ASA

Pipa pembuangan limbah PT. Agrindo Surya Abadi yang mengarah ke sungai di Lingkungan V, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai (dok. KM)
Pipa pembuangan limbah PT. Agrindo Surya Abadi yang mengarah ke sungai di Lingkungan V, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Masyarakat Lingkungan V, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, mengeluhkan sungai yang tercemari limbah yang diduga dari PT. Agrindo Surya Abadi (ASA) yang berada tepat di pinggiran anak sungai yang berada di lingkungan tersebut.

PT. ASA diduga membuang limbah sisa pegolahan kopra ke aliran anak sungai tersebut, sehingga air sungai yang telah tercemari tidak dapat digunakan untuk mandi, mencuci, dan memasak.

Pantauan KM di lokasi pada Sabtu 11/1 sekira pukul 11:00 WIB, tampak beberapa pipa besar yang terletak tepat di belakang pabrik PT. ASA yang diduga kuat sebagai pipa pembuangan limbah ke sungai.

Sementara itu Iskandar (47) kepala Lingkungan V Kelurahan Sei Merbau saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa pihaknya “sangat mengeluhkan” limbah yang telah mencemari sungai tersebut.

“Mengenai air sungai apabila pihak PT melakukan pembuangan limbah saat air sungai sedang surut, air sungai tidak bisa digunakan, kalaupun bisa, digunakan masyarakat pada saat air pasang besar saja,” ungkap Kepala Lingkungan.

Hal senada juga dikatakan Ita (43), salah seorang warga setempat.

“Kalau pihak PT membuang limbahnya ke sungai ini, air sungai jadi berminyak dan kalau air sungai lagi surut, tidak bisa di gunakan untuk mencuci atau memasak. Masalah bantuan air bersih tidak ada pihak memberikan bantuan apa-apa, kami meminta kepada pihak PT. ASAagar tidak membuang lagi limbah hasil pengolahannya ke sungai,” harapnya.

Saat awak media hendak meminta keterangan kepada kepada pihak PT. ASA, perusahaan itu pun menolak memberi pernyataan dengan dalih bahwa pihak pers “harus memasukkan surat terlebih dahulu” dan membuat janji untuk bertemu perwakilan PT.

Jika perusahaan tersebut sengaja membuang limbah ke sungai, maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH yang menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000.

Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi karena perusahaan sengaja melakukan perbuatan (misalnya membuang limbah) yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, yang mana hal tersebut mengakibatkan orang mati, maka diancam pidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar dan paling banyak Rp15 miliar.

Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi karena perusahaan lalai sehingga mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, yang mana hal tersebut mengakibatkan orang mati, maka dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 9 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar.

Reporter: Eko Setiawan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*