Komunitas Rumah Cinwa Gelar Pentas Wayang Potehi Spesial Imlek

Antusias anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai wayang spesial Imlek, Minggu 26/1/2020 (dok. KM)
Antusias anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai wayang spesial Imlek, Minggu 26/1/2020 (dok. KM)

DEPOK (KM) – Komunitas Rumah Cinta Wayang (Cinwa) kembali menyelenggarakan pagelaran Wayang Potehi bertema “Minggu Semata Wayang Spesial Imlek” pada Minggu 26/1 di Taman Kaldera Situ Jatijajar, Depok.

Pimpinan Komunitas Rumah Cinwa, Dwi Woro Retno Mastuti menjelaskan bahwa event yang digelar tersebut dalam rangka untuk lebih mengenalkan seni dan budaya sejak usia dini, dan karena pagelaran masih dalam suasana perayaan Imlek, maka diambil tema Imlek untuk dapat diperkenalkan tradisinya melalui pementasan wayang tersebut.

Dwi Woro yang juga dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini juga menerangkan bahwa di dalam tradisi Tionghoa peranakan Indonesia, terdapat kesenian wayang potehi yang keberadaannya sudah hampir punah.

“Jadi salah satu cara kami mengenalkan wayang tersebut ke anak–anak dengan cara mengadakan lomba mewarnai gambar wayangnya agar si anak bisa berinteraksi langsung dan mengenal bentuk dari wayang tersebut,” ujar Dwi Woro kepada KM kemarin 27/1.

Advertisement

Dirinya menambahkan jika acara lomba mewarnai wayang potehi tersebut juga dirangkai dengan kegiatan lainnya seperti menyaksikan pementasan wayang potehi yang berjudul ‘Legenda Asal-Usul 12 Shio’, dilanjutkan dengan workshop memainkan wayang potehi, serta pertunjukan tari topeng oleh Sanggar Duta Budaya Jatijajar, dan pelatihan terkait teknik editing oleh tim komunitas film.

“Para peserta yang mengikuti acara adalah warga sekitar Taman Kaldera dan di spesial momen Imlek ini, juga ada sesi pembagian angpao. Mudah-mudahan dari kegiatan budaya yang digelar semacam ini juga mampu membangun dan merekatkan anak bangsa,” jelasnya.

“Kedepan, kami berharap akan semakin banyak keluarga yang turut berkecimpung dalam kegiatan ini, dan untuk bulan depan kita akan sajikan dengan tema budaya Betawi,” pungkasnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*