IMM: “Anak-anak Korban Longsor Sukajaya Sangat Membutuhkan Trauma Healing”

Trauma Healing Atau Konseling Immawati Di Desa Kiara Pandak, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat 10/1/2020 (dok. KM)
Trauma Healing Atau Konseling Immawati Di Desa Kiara Pandak, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat 10/1/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Puluhan anak-anak korban tanah longsor di Desa Kiara Pandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, masih sangat membutuhkan perhatian khusus dari semua kalangan untuk memberikan bantuan trauma healing atau konseling. Hal tersebut diungkapkan Ketua Bidang Media dan Komunikasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Wati (IMMawati) Cabang Bogor, Alvi Nurfuadi.

“Bukan saja bantuan logistik makanan dan pakaian saja, butuh perhatian khusus untuk membangun mental dan psikologisnya pasca musibah yang dialaminya secara langsung,” ungkap Alvi kepada KM, Jumat 10/1.

“Ya trauma healing atau konseling itu bertujuan untuk menghilangkan stres, rasa tidak berdaya, ketakutan, kesedihan yang dirasakan pasca bencana,” tambah Alvi.

Alvi menuturkan, pihaknya dari IMM Cabang Bogor mencoba memberikan rasa nyaman dan keceriaan bagi anak-anak, agar tetap bersabar dalam masa di tempat pengungsian.

“Dengan adanya kegiatan tersebut, semoga masyarakat khususnya anak-anak dapat kembali seperti semula, bersemangat, ceria sehingga trauma yang dirasakan bisa sedikit demi sedikit terobati,” tutur Alvi.

Lebih lanjut Alvi mengatakan, motivasi yang diberikan sangat dibutuhkan untuk anak-anak yang belum terlalu paham tentang bencana ini. “Pesan yang ditekankan yaitu harus selalu semangat dan ceria, terutama dalam melanjutkan pendidikan mereka yang saat ini belum bisa masuk sekolah. Semoga tidak ada hal yang nantinya mengganggu pendidikan mereka,” katanya.

“Untuk itu kami berharap kepada relawan atau pihak pemerintahan yang memberikan bantuan, selain kebutuhan makanan dan pakaian, sangat diperlukan perhatian psikologis dan mental khusus untuk anak-anak,” pungkas Alvi.

Bantuan IMM Cabang Bogor disalurkan bersama perwakilan Komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) dan awak media Kupasmerdeka.com.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*