Cegah Penyebaran Coronavirus, Aktivis Minta Pemerintah Stop Impor dari Tiongkok, Berlakukan “Travel Warning”

ilustrasi wabah Wuhan Coronavirus (dok. Imperial.ac.uk)

BOGOR (KM) – Aktivis hukum dan HAM Ruby Falahadi meminta pemerintah pusat dan daerah melakukan pengecekan kegiatan impor bahan baku dengan negara Tiongkok, khususnya yang berhubungan dengan bahan pokok makanan dan minuman, mengingat sedang terjadi penyebaran virus mematikan coronavirus 2019-nCoV yang telah menewaskan puluhan masyarakat di kota Wuhan, Tiongkok dan ratusan lainnya terjangkit.

“Negara harus ambil andil dalam melindungi warga negara dan stop impor bahan pokok sebelum ditemukan vaksin dan obat. Harus dilakukan tindakan protap dan pencegahan dengan cepat dan tepat sebagai bentuk pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia. [Kami] mendesak dan meminta ketegasan pemerintah daerah dan pusat bekerja sama untuk melarang masuk bahan pokok dari China serta menyetop peredaran makan dan minuman dari China. Kita ketahui bersama bahwasanya keganasan virus yang menyebabkan ratusan orang terjangkit dan puluhan orang meninggal kurang dari 3 bulan,” tegas Ruby di Bogor, Minggu 26/1.

Ia juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan dan BPOM provinsi dan daerah untuk melakukan koordinasi dengan pihak Angkasa Pura dan penerbangan guna melakukan pengecekan kesehatan dan makanan di setiap bandara di Indonesia, khususnya bandara Soekarno-Hatta untuk mencegah masuknya virus mematikan itu ke Indonesia.

Selaim pengawasan terhadap impor, Ruby juga meminta agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap pengunjung mancanegara, khususnya dari Tiongkok dan WNI yang berkunjung ke Tiongkok.

“Bukan hanya pengunjung dari negeri tirai bambu saja, namun warga negara Indonesia yang pergi ke China ketika pulang harus dicek kesehatannya serta makanan dan minumannya yang dibawa dari bandara sebelum mereka melanjutkan aktivitasnya. Kedutaan besar Indonesia yang berada di China juga harus dipastikan steril dari virus yang berbahaya ini. Saya minta untuk kebaikan warga negara Indonesia, Kemenkes dan BPOM juga untuk mengecek seluruh pekerja ataupun Duta Besar China yang berada di Indonesia dan demikian sebaliknya jika mereka mau masuk dan keluar yang ingin beraktivitas di Indonesia dan China harus diperiksa kesehatan dengan sistem dan mekanisme SOP kesehatan,” tambahnya.

Ruby lebih lanjut mengaku akan menemui pihak Kementerian Kesehatan serta BPOM apabila jika tidak melakukan apa yang menjadi tuntutannya.

“Saya meminta seperti ini bukan buat siapa-siapa, ini demi kebaikan bersama untuk Warga Negara Indonesia dan kekebalan imun Negara Indonesia dari virus dan penyakit, karena saya khawatir sekali virus dan penyakit itu masuk ke Indonesia dan kita terjangkit virus mematikan tersebut,” tutupnya.

Penyebaran virus corona 2019-nCoV yang berasal dari kota Wuhan di Tiongkok membuat dunia khawatir. Terlebih virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) ini sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di Tiongkok. Selain itu, virus 2019-nCoV diketahui juga sudah menyebar ke 12 negara lainnya.

Reporter: Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.