Bank Emok Jerat Warga dengan Teror Hutang, Harta Benda Hingga Rumah Tangga Jadi Korban

Ilustrasi jeratan rentenir
Ilustrasi jeratan rentenir

BOGOR (KM) – “Bank Emok” yang masuk di desa-desa kian meresahkan kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor. Hal tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa (Presma) STKIP Muhammadiyah Bogor, Hendi.

“Bank Emok diduga sudah banyak memasuki wilayah Kabupaten Bogor, dan kini menjadi permasalahan sosial yang perlu disikapi pemerintah,” ungkap Hendi kepada KM, Kamis 16/1.

“Bank Emok yang merupakan bank atau koperasi pinjam meminjam yang sudah menjalar di pedesaan, khususnya wilayah Kabupaten Bogor, harus dicek dan dievaluasi legalitasnya,” tambah Hendi.

Kata Hendi, dampak dari Bank Emok “bukan main-main”.

“Selain para nasabah sampai habis-habisan menjual barang-barang elektronik, menjual rumah, hingga si korban menjadi stres, yang lebih parah, telah terbukti di lapangan yaitu mengancam rumah tangga pasutri hingga cerai, agar dapat membayar pinjaman ke Bank Emok,” jelasnya.

Advertisement

“Ada contoh kasus terjadi di daerah Kecamatan Cibungbulang tepatnya di Desa Cibatok 2, [banyak] warganya terkena masalah dengan Bank Emok, dan yang tercatat di wilayah RT 01/06 hampir 20 orang, serta ada pasangan suami istri (pasutri) yang bercerai tercatat ada 3 orang,” ujar Hendi.

“Tentu hal ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk memberantas Bank Emok dan memberikan solusi kepada masyarakat di Kabupaten Bogor yang membutuhkan pinjaman baik untuk usaha kecil dan sebagainya,” tegas aktivis mahasiswa itu.

“Dinas Koperasi Kabupaten Bogor juga harus mengecek ulang terkait legalitas dari Bank Emok tersebut, jika tidak ada legalitas yang jelas maka tindaklah lembaga tersebut sesuai prosedur dan ketentuan yang ada,” pungkas Hendi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*