Aktivis Desak Pemkot Pangkalpinang Cepat Tindak Tambang Ilegal di Sekitar Sungai Rangkui
PANGKALPINANG (KM) – Aktivis Babel menyoroti kembali maraknya tambang inkonvensional (TI) ilegal, di aliran Sungai Rangkui, Kota Pangkalpinang, yang meresahkan masyarakat sekitar dan nelayan.
Maulana, Wakil Ketua ormas Putra Bangka Belitung Bersatu (PBBB) Provinsi Babel, Minggu 5/1 mengatakan pada KM bahwa pihaknya berharap pemerintah Kota Pangkalpinang agar “lebih serius lagi” untuk menangani permasalahan pertambangan ilegal ini. “Yang kita ketahui bersama, Kota Pangkalpinang ini tidak ada kawasan pertambangan apapun,” katanya.
“Apabila lambannya penanganan pertambangan pasir timah ilegal ini, yang mana menurut informasinya sudah meresahkan masyarakat, ditakutkan nanti akan menimbulkan gejolak-gejolak peristiwa yang tidak diinginkan, seperti contoh pernah terjadi di daerah lain,” tambah Maulana.
Aktivis itu berharap Wali Kota Pangkalpinang bekerjasama dengan beberapa lapisan masyarakat dan instansi masyarakat, serta tegas mengambil sikap dan komitmen dalam memberantas TI ilegal tersebut.
“Berharap Maulan Aklil atau sering disapa Molen, supaya lebih bersinergi dengan berbagai elemen instansi penegak hukum, dan ormas untuk mengatasi masalah tambang ilegal, Molen harus komitmen serta tegas dalam bersikap,” harap Maulana.
Reporter: Herdianto
Editor: HJA
Leave a comment