Pecat 5 Siswanya, Kepsek SMAN 1 Cibinong Terancam Sanksi dan Mutasi

SMA Negeri 1 Cibinong, Kabupaten Bogor (dok. KM)
SMA Negeri 1 Cibinong, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cibinong, Windu Warsono, menuai banyak kecaman atas “tindakan semena-menanya” dalam memecat 5 siswanya. Ketua LSM Aspirasi Sosial Masyarakat Centre (ASMC), Mochammad Nurul Nasruli, mengancam akan melaporkan tindakan tersebut ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Bahkan pihaknya akan melakukan “aksi besar-besaran” menuntut agar keputusan pemecatan kelima siswa tersebut dicabut dan menuntut Gubernur Jabar dan Ketua DPRD Provinsi Jabar memberikan sanksi tegas berupa mutasi.

“Pendidikan adalah hak dasar bagi seluruh warga masyarakat. Jika memang ada pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, sekolah seharusnya melakukan pembinaan terlebih dahulu sesuai dengan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015. Tidak melakukan pemecatan secara semena-mena,” tegas pria yang akrab disapa Buyung itu melalui rilis pers yang diterima KM Sabtu 7/12.

“Seharusnya pihak sekolah melakukan pemanggilan kepada orangtua masing-masing. Setelah orangtua tersebut tidak sanggup melakukan pembinaan, baru dikembalikan lagi kepada sekolah,” katanya lebih lanjut.

“Intinya, sekolah tidak boleh memutuskan cita-cita dan masa depan siswa, apapun dalihnya. Terkecuali ada tindakan hukum atau pidana yang dikuatkan dengan surat pernyataan dari kepolisian,” sebutnya.

Senada, Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Perduli Pendidikan (AMPP), Biyan Firmansyah juga menolak “tindakan semena-mena” kepala sekolah SMA Negeri 1 Cibinong.

Advertisement

Pihaknya juga mendesak Gubernur Jawa Barat dan Ketua DPRD Jawa Barat segera memberi sanksi atau mutasi kepada kepala sekolah

Menurut AMPP, secara undang-undang sekolah tidak diperbolehkan mengeluarkan siswa dari sekolah. “Semestinya pihak sekolah tetap mempertahankan sampai siswa lulus ujian,” ungkap Biyan.

“Hari ini DPP AMPP akan membuat surat pengaduan ke Gubernur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Ketua DPRD Jawa Barat, terkait pemecatan 5 siswa SMA Negeri 1 Cibinong Kabupaten Bogor, agar segera memberi sanksi atau mutasi kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cibinong Windu Sarwono,” katanya.

”Windu Sarwono keterlaluan, dan harus bertanggungjawab terkait dampak pemecatan itu bisa menimbulkan traumatik bagi siswa, seharus kepala sekolah bisa membina dan mendidik siswa menjadi baik. Kalau tidak bisa mendidik dan membina, tidak usah jadi kepala sekolah, bisanya hanya pecat siswa semena-mena,” tegasnya.

Pihaknya meminta Gubernur agar segera menjatuhkan sanksi dan mutasi terhadap Kepsek Windu, “karena ini merupakan contoh kepala sekolah yang tidak baik, tidak sejalan dengan visi Menteri Pendidikan saat ini.”

Sebelumnya, dikabarkan bahwa SMAN 1 Cibinong memaksa lima siswanya untuk mengundurkan diri. Sampai berita ini diturunkan, pihak sekolah tidak bisa dihubungi untuk diminta keterangan.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*