Ruas Jalan Desa Tanjung Desa Sumurbarang Baru 1 Tahun Sudah Retak, Aktivis Duga Ada Kongkalingkong Penguasa dan Pengusaha

SUBANG (KM) – Pekerjaan jalan rigid tahun 2018 di ruas jalan Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara-Desa Sumurbarang Kecamatan Cibogo yang dibiayai APBN 2018 baru satu tahun sudah rusak berbelah. Kondisi jalan tersebut dikhawatirkan rawan menyebabkan kecelakaan bagi para pengguna jalan, baik roda dua ataupun roda empat.

Amat Suhenda, Ketua LSM GeRAK mengaku “sangat prihatin” melihat hasil pekerjaan tersebut, dan pihaknya secepatnya akan membuat laporan ke Kepolisian Resort Subang CQ. Unit Tindak Pidana Korupsi berdasarkan dokumen dan bukti-bukti yang dikumpulkan.

Rencana pelaporan tersebut menurut Amat Suhenda karena pekerjaan ruas jalan yang menggunakan APBN tersebut diduga terdapat “unsur kongkalingkong” para pihak terkait sehingga lolos dari pengawasan dan uji kelayakan.

“Atas perihal tersebut kami meminta kepada pihak Dinas PUPR jangan berdiam diri serta jangan melepaskan tanggung jawab, sebab pihak Dinas PUPR merupakan tangan panjang pemerintah yang dipercaya untuk mengelola keuangan negara untuk membangun Subang melalui proyek infrastruktur yang disalurkan dan atau menggunakan sistem lelang yang ditenderkan kepada perusahaan yang profesional dan kredibilitasnya teruji dalam bidangnya,” ujarnya kepada KM kemarin 23/11.

“Bukan karena sebatas kedekatan ataupun sogokan agar proyek pekerjaan tersebut menjadi miliknya, lebih naif lagi bukan proyek balas jasa dari penguasa kepada perusahaan kroni-kroninya sehingga pengawasan menjadi longgar dan para pihak terkait menjadi lembek dalam mengambil ketegasan dalam pengawasan,” lanjut Amat.

“Kekecewaan kami sangat beralasan kepada pihak Dinas PUPR Kabupaten Subang, sebab menurut pemantauan kami, Dinas PUPR diduga hanya boneka penguasa dan pengusaha, sehingga Dinas tersebut tidak berdaya bertindak sesuai tupoksinya. Perihal tersebut menjadi acuan kami mengirimkan surat mosi tidak percaya kepada Presiden Republik Indonesia atas kinerja Dinas PUPR Kabupaten Subang supaya segera mereformasi seluruh Birokrasi Dinas PUPR, karena diduga 95% Pejabat Dinas PUPR sudah terkontaminasi berbagai kepentingan yang sangat menjijikkan, baik kepentingan penguasa dan pengusaha, bahkan diduga mereka sendiri yang main proyek demi memperkaya diri sendiri,” tegas Amat Suhenda.

Camat Cipunagara, Ubay Subarkah saat dimintai keterangan oleh kupasmerdeka.com via WA mengataka bahwa pihaknya berharap kepada Dinas PUPR Kabupaten Subang agar secepatnya melakukan tindakan. “Dan jika jalan ini masih dalam tanggung jawab pihak pemborong agar secepatnya diperbaiki. Langkah cepat yang dilakukan pihak-pihak terkait akan meminimalisir kecelakaan pengguna jalan dan meminimalisir kerugian anggaran negara,” ungkapnya.

Reporter: udin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*