Pemuda Dewan Dakwah: “Utamakan Kesejahteraan Rakyat, bukan Pengadaan Pin Wakil Rakyat”

Aktivis pemuda Aceh, Maulida Ariandy (dok. KM)
Aktivis pemuda Aceh, Maulida Ariandy (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Sebanyak 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2024 akan mendapat pin emas (emblem lambang Aceh) seberat 6,6 gram atau setara dua mayam emas 22 karat sebagai tanda pengenal anggota dewan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PDDA (Pemuda Dewan Dakwah) Banda Aceh Maulida Ariandy S mengecam keras. “Total anggaran yang dikucurkan untuk emblem itu Rp 582.090.300 dari APBA 2019. Ini merupakan suatu pemborosan anggaran,” ujarnya, Jumat 8/11.

Menurut Maulida, anggaran yang ada lebih baik digunakan ke arah yang “bermanfaat serta langsung dirasakan oleh masyarakat”, seperti peningkatan program pelayanan masyarakat dan lain-lain sebagainya demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh.

“Membicarakan pin emas bukan hal keperluan mendesak, yang terpenting adalah bagaimana sebagai anggota dewan nantinya bisa berkontribusi untuk memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat Aceh,” tegasnya.

Maulida juga berharap dengan jumlah anggaran yang seperti itu bisa dikucurkan untuk pembinaan pemuda, modal usaha bagi masyarakat dan kepada anak yatim piatu yang putus sekolah. “Agar nantinya dana tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Mudin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*