Kasus Beasiswa, Aktivis Perempuan Dukung “Evaluasi Total” Terhadap BPSDM Aceh

Aktivis Muda Perempuan Aceh Rahmatun Phounna
Aktivis Muda Perempuan Aceh Rahmatun Phounna

BANDA ACEH (KM) – Aktivis muda perempuan Aceh Rahmatun Phounna melontarkan komentar terkait peruntukan beasiswa dari BPSDM Aceh yang diduga bermasalah dalam pernyataan pers yang diterima KM pagi ini 1/10.

Aktivis itu mangaku “gerah dengan permainan di BPSDM Aceh”. Menurut Phounna, peruntukan beasiswa yang diprogramkan oleh pemerintah Aceh melalui BPSDM itu “ditunggangi penumpang gelap”.

“Setelah saya mengikuti dan menganalisis bukti-bukti yang di-publish oleh seorang korban Samsul Bahri saya dapat menyimpulkan kalau yang lewat di program Beasiswa S3 Luar Negeri justru ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu. Pasalnya yang lewat S3 justru mereka yang belum miliki LoA, kemudia dia juga seorang pegawai non PNS di lingkungan BPSDM Aceh,” ujar Phounna.

“Ini sangat jelas ada permain pihak-pihak tertentu. Kalau tidak ada yang bermain, tidak mungkin dia bisa lulus, kerana dalam persyaratan khusus dibuat oleh panitia BPSDM jelas disebutkan harus memiliki LoA,” kata Phounna.

“Berdasarkan data bukti yang saya dapatkan di situ jelas sekali terlihat yang lulus Beasiswa untuk S3 luar negeri justru yang belum memiliki LoA, ini kan aneh,” tuturnya.

“Seharusnya yang perlu diprioritaskan untuk diberikan Beasiswa S3 mereka yang sudah mendapatkan surat penerimaan resmi LoA dari Universitas, mereka begitu dapat beasiswa langsung bisa kuliah, tanpa harus daftar lagi, cari Univeristas lagi, prosesnya sangat panjang masih bagi yang belum memiliki LoA,” lanjutnya.

Dalam kasus ini, dirinya pun mengaku “sangat mendukung” langkah korban dalam “memperjuangkan kebenaran”.

“Dimana korban sudah memiliki surat resmi dari Universitas LoA dan bisa melanjutkan pendidikan S3 luar negeri, namum haknya sebagai Rakyat Aceh justru dikebiri oleh oknum-oknum yang mementingkan diri sendiri,” ujarnya.

“Sudah saatnya Plt mengevaluasi secara total BPSDM Aceh dan membersinkan para tikus-tikus yang bermain kotor,” tegasnya.

“Saya akan kawal kasus ini sampai tuntas, dan kepada seluruh Rakyat Aceh untuk mendukung langkah korban yang berani membongkar ketidakadilan yang dipraktekkan oleh pihak BPSDM Aceh,” pungkas Phounna.

Reporter: Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*