Diduga Lewati Zona Perairan Indonesia, Kapal Nelayan Ditabrak Coastguard Malaysia

Ilustrasi tabrakan kapal
Ilustrasi tabrakan kapal

TANJUNGBALAI (KM) – Sebuah kapal jaring nelayan tradisional milik warga Kota Tanjungbalai harus menanggung kerusakan yang cukup memprihatinkan setelah ditabrak kapal milik otoritas Malaysia. Kejadian tersebut akibat kapal nelayan berbendera Indonesia tersebut diduga melewati Zona Perairan Indonesia hingga masuk ke perairan Malaysia, Sabtu 23/11 sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi dihimpun menyebutkan, kapal nelayan tradisional bernama KM Andara itu melepas tali tambatan dari Kota Tanjungbalai untuk mencari ikan di zona perairan Indonesia.

Namun sayang, dalam perjalanannya kapal tersebut memasuki Zona Perairan Diraja Malaysia, sehingga KM GAGAH dengan nomor lambung 3901 milik petugas kelautan atau Coastguard Malaysia, yang memang tugasnya menghalau kapal ikan asing masuk tanpa izin ke wilayah Malaysia, langsung menabraknya.

“Kapal nelayan tradisional Kota Tanjungbalai yang dinakhodai Tonang tersebut ditabrak KM Gagah atau petugas Coastguard dari Diraja Malaysia karena mencari ikan di Zona Perairan negara lain, sehingga kapal nelayan berbendera Indonesia itu mengalami rusak yang cukup serius di samping kiri kapal dan nyaris tenggelam, serta tiga anak buah terpaksa harus melompat ke laut,” terang Bana, seorang pengurus kapal nelayan KM Andara, saat dihubungi KM kemarin 24/11.

Dikatakan Bana, seluruh anak buah kapal (ABK), baik yang melompat ke laut maupun yang berada di kapal, diselamatkan petugas Malaysia, dan KM Andara tersebut disuruh kembali ke zona perairan Indonesia hingga akhirnya harus kembali ke tambatan tempat asal di Kota Tanjungbalai.

“Tidak ada satupun ABK atau nakhoda yang terluka semuanya selamat dan memang nelayan perlu berhati-hati dalam melaut serta jangan sampai melanggar batas wilayah. Aku hanya pengurus bang, gak bisa ngasi komentar lebih,” pungkas Bana.

Reporter: Eko Setiawan
Editor: HJA

Komentar Facebook