Pengamat Duga Ada Permainan di Balik Perbedaan Gelar Akademik Eka Wardhana

Logo Partai Golongan Karya (Golkar) (stock)
Logo Partai Golongan Karya (Golkar) (stock)

BOGOR (KM) – Kesalahan pengetikan gelar akademik Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dari Partai Golkar Eka Wardhana dalam surat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar masih menjadi polemik.

Diketahui Eka Wardhana telah resmi menjadi Wakil DPRD Kota Bogor dengan Surat Keputusan (SK) Definitif Gubernur Jawa Barat dengan gelar akademik S.IP beberapa waktu lalu.

Dalam penelusuran kupasmerdeka.com, DPP Partai Golkar mengeluarkan surat rekomendasi dengan nama Eka Wardana, MSi MM, sedangkan dalam surat usulan/berita acara dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bogor tercantum nama Eka Wardhana S.IP.

Menyikapi hal tersebut pengamat hukum dari Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia, Maleo, mengatakan bahwa persoalan gelar akademik politisi Golkar ini belum jelas juga secara hukum kepastiannya, mulai dari gelar akademik S.IP bisa berubah menjadi MSi MM.

“Ya sampai sekarang belum jelas hukumnya permasalahan gelar akademik tersebut, kini ditambah lagi ada dua nama yang berbeda, Eka Wardana MSi, MM (dalam SK DPP) sedangkan Eka Wardhana (Surat DPD Kota Bogor) dimana ada perbedaan huruf H dalam surat tersebut,” ungkap Maleo kepada KM, Selasa 15/10.

“Walau sudah diklaim oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat ada salah ketik dari DPP soal gelar Eka Wardhana, kini menjadi semakin mempertajam ada dugaan permainan baik internal Partai Golkar atau Eka Wardhana sendiri yang memaksakan untuk menjadi pimpinan DPRD Kota Bogor dengan tulisan nama yang beda,” terang Maleo.

Lebih lanjut Maleo mengatakan, saat ini secara definitif Eka Wardhana S.IP sudah menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, publik sekarang bertanya bagaimana prosesnya bisa berubah dari Eka Wardana MSi MM dalam SK DPP Partai Golkar yang sudah tersebar kepada publik.

“Ditambah lagi, mana yang benar Eka Wardana MSi MM atau Eka Wardhana S.IP. Fakta hukum harus menguak karena ini persoalan seorang wakil rakyat,” pungkas Maleo.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*