Pengamat Duga Ada “Korupsi Berjamaah” Di Balik Kisruh Pengelolaan Pasar TU Kota Bogor

Pasar TU Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)
Pasar TU Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sudah sekitar 18 tahun lamanya polemik pengelolaan Pasar Induk Teknik Umum (Pasar TU) Kota Bogor yang berada di Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, lantaran ketidakjelasan statusnya.

Tahun 2001 silam, perjanjian antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan pihak swasta PT. Galvindo Ampuh, yang ditandatangani langsung oleh Walikota Bogor saat itu Iswara Natanegara dan Direktur Utama PT. Galvindo Ampuh, Hendraka Kasim, menentukan bahwa Galvindo Ampuh diberikan hak pengelolaan selama 6 tahun, yang berakhir pada tahun 2007. Setelah masa tersebut, pengelolaan terkait Pasar TU itu harus diserahkan kepada Pemkot Bogor. Namun hingga kini (2019), pengelolaannya masih dilakukan oleh PT. Galvindo Ampuh.

Menyikapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik Sopiansyah mengatakan, ada masa dimana ketidakjelasan dalam pengelolaan di Pasar TU Kota Bogor. “Di tahun 2007 hingga 2019 pengelolaan yang masih dipegang PT. Galvindo Ampuh seperti dibiarkan oleh Pemerintah Kota Bogor,” ungkap Sopiansyah kepada KM, Jumat 4/10.

“Ya sementara melihat dari perjanjian yang ada, seharusnya pengelolaan Pasar TU harus dikembalikan kepada Pemkot Bogor pada tahun 2007, tapi hingga tahun 2019 ini tidak ada kejelasan hukum atas pengelolaan Pasar tersebut,” tambah Sopiansyah.

Menurut Sopiansyah, ini terindikasi adanya pembiaran atas status hukum yang pasti untuk mengelola Pasar TU. Ia menduga ada oknum-oknum yang mendapatkan aliran keutungan dari pengelolaan Pasar tersebut sehingga terus dibiarkan pengelolaan tersebut oleh pihak swasta. “Kita bisa perkirakan berapa aset perputaran uang yang ada di Pasar TU dalam satu harinya, hingga bertahun-tahun dibiarkan saja status pengelolaannya,” kata Sopiansyah.

Menurutnya, patut diduga ada oknum-oknum baik dari Pemkot Bogor maupun PT. Galvindo yang secara bersama-sama meraup keuntungan dari Pasar TU, sehingga membiarkan saja bertahun-tahun polemik pengelolaan pasar tersebut.

“Ya ini jelas diduga kuat ada korupsi berjamaah dalam pengelolaan Pasar TU Kota Bogor, berapa nilai rupiah yang sudah digarap selama bertahun-tahun lamanya,” pungkas Sopiansyah.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*