Pemdes Sukaraksa Cigudeg Janji Masukkan Rumah Nenek Erun dalam Program RTLH Tahun Depan, Legislator Kritik Kinerja Lamban

Rumah Erun (60), warga Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Rumah Erun (60), warga Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Menyusul beredarnya berita tentang kondisi hidup prihatin Erun (60), seorang janda tua yang tinggal di rumah yang tidak layak huni di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, pihak Pemerintah Desa mengaku sudah mengutus Ketua LPM setempat untuk memeriksa kondisi tempat tinggal itu bersama ketua RT. Pihak Pemdes pun mengaku sudah memasukkan rumah erun ke dalam database program RTLH tahun depan.

“Karena melihat kondisi rumah yang sangat memprihatinkan, disepakati untuk memberikan solusi tercepat dengan adanya bantuan dari masyarakat setempat, dan akan memasukkan ke database program RTLH tahun 2020,” terang staf Kaur Pemerintahan Desa Sukaraksa, Rudi, saat ditemui KM di Kantor Desa.

Sementara itu, Camat Cigudeg Acep Sajidin ketika ditemui di rumah dinasnya mengapresiasi pemberitaan tentang kondisi warganya itu. ” Saya sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan, karna mata, telinga, kaki dan tangan saya dua tidak mungkin untuk bisa menjangkau seluruh wilayah kecamtan Cigudeg,” ujarnya.

“Besok saya akan turun mengecek langsung kelokasi rumah tersebut dan akan berkoordinasi dengan Kades agar dapat memberikan jalan solusi terbaik membangun rumah tersebut,” pungkasnya.

Kondisi nenek Erun yang baru mendapat perhatian sekarang ini kendati sudah lama hidup prihatin memancing reaksi kritis dari anggota DPRD Kabupaten Bogor, yang menyoroti kinerja Pemdes dalam mendata penerima bantuan RTLH.

“Program perbaikan rumah tidak layak huni itu sudah berjalan dari tahun 2011 dan terus dilakukan setiap tahun sampai dengan tahun ini, intinya Pemdes harus betul-betul bisa menentukan prioritas sasaran pembangunan yang betul-betul membutuhkan,” ujar Naurodin (F-PKB).

Politisi itu pun meminta pihak terkait dalam hal ini Dinas Sosial agar lebih peka menghadapi kasus kasus penanggulangan kemiskinan,”Karena orang seperti ini yang sesungguhnya wajib mendapatkan perhatian,” katanya.

“Semua pihak harus bekerjasama dan sama-sama bekerja dari tingkatan terbawah sampai ke tingkatan teratas karena pemerintah adalah representatif dari rakyat,” tegasnya.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*