Pasca Atap Ambruk, Ketua DPRD Kota Bogor Minta Audit Secara Total Terhadap Proses Pembangunan Gedung DPRD

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto (dok. KM)
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto (dok. KM)

BOGOR (KM) – Terkait peristiwa ambruknya atap dan tembok bagian atas ruang rapat paripurna gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto angkat bicara.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengatakan, dari hasil pantauan langsung di lokasi kemarin (27/10), pihaknya melihat bahwa dinding lantai 5 yang jebol terlihat lemah konstruksinya.

“Tidak terlihat adanya besi beton yang menjadi rangka dinding maupun penyambung dengan lantai. Temuan lain juga kami lihat konstruksi plafon tidak menggunakan besi hollow dan hanya ditarik dengan kawat,” ungkap Atang kepada kupasmerdeka.com, Minggu (27/10) malam.

Menurut Atang, untuk gedung yang besar, dengan ketinggian 5 lantai, serta dengan kondisi cuaca Kota Bogor yang curah hujan dan angin tinggi, pihaknya melihat ini sebuah pekerjaan yang “gegabah”.

“Adanya peristiwa ini kami (DPRD) minta agar segera diadakan audit secara total. Harus ada pemeriksaan oleh pihak yang berwenang,” tegas Atang.

Kata Atang, yang pertama yangharus dilakukan adalah audit kelayakan gedung. “Kita ingin memastikan bahwa konstruksi bangunan yang ada sekarang benar-benar aman. Gedung dewan adalah pusat aktivitas bersama masyarakat, ormas, Pemerintah Kota, pegawai DPRD, dan juga Anggota Dewan, sehingga harus terjamin keamanan dan keselamatan jiwa yang beraktivitas di dalamnya,” katanya.

“Kedua audit seluruh proses pembangunan gedung DPRD. Harus ditelusuri kemungkinan penyimpangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan finishing pembangunan. Baik ketidaksesuaian dengan standar kualitas maupun kemungkinan jika terjadi penyelewengan,” jelas Atang.

Lebih lanjut Atang mengatakan, pembangunan gedung DPRD ini menggunakan dana negara yang demikian besar, dan usia bangunan juga masih baru. “Sehingga mengherankan jika terjadi ambruknya dinding ruang paripurna. Jadi, sekali lagi harus ada audit secara total,” pungkas Atang.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*