Miris, Janda Tua Hidup Prihatin Bertahun-tahun Luput dari Perhatian Pemerintah di Desa Sukaraksa Cigudeg

Kondisi rumah Erun (60) yang sangat memprihatinkan serta kumuh di Desa Sukaraksa, Cigudeg (dok. KM)
Kondisi rumah Erun (60) yang sangat memprihatinkan serta kumuh di Desa Sukaraksa, Cigudeg (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sungguh prihatin melihat kondisi hidup nenek Run (60), seorang janda tua yang tinggal di rumah reot berukuran 6m x 6m di Kampung Parakan Tiga, RT 002/007 Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Janda tua itu pun berharap agar Pemkab Bogor maupun donatur mau memberikan bantuan untuk memperbaiki rumahnya.

“Karena saya seorang janda tua, sudah tidak mempunyai tenaga seperti dulu sehingga tidak mempunyai penghasilan tetap, untuk makan sehari-hari pun tidak cukup, hanya mengharapkan pemberian dari tetangga, apalagi untuk memperbaiki rumah biaya dari mana?” keluhnya saat ditemui KM di kediamannya, Senin 21/10.

Dulu, dirinya pernah mendapat bantuan Rp 3 juta untuk merehab rumahnya, namun tidak selesai karena tidak mempunyai biaya lagi untuk menyelesaikannya setelah ditinggal wafat suaminya 6 tahun yang lalu.

Untuk menyambung hidup, dirinya hanya membuat sapu lidi, itupun dalam seminggu 1-2 hari saja dirinya membuat sapu lidi karena dirinya harus mencari bahannya, dan penghasilannya pun tidak seberapa.

“Bagaimana mau meneruskan memperbaiki rumah, uangnya juga tidak ada, buat makan juga susah,” tegasnya.

“BLT, PKH dan program bantuan yang diharapkan untuk sehari-hari makan juga tidak cukup, karena PKH per 3 bulan hanya mendapatkan 100 ribu,” tambahnya.

Nenek Erun berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga dapat meringankan beban hidupnya, dan mendapatkan rumah yang layak untuk dihuni.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*