Komite SMPN 1 Cikaum Bantah Klaim Sekolah soal Kesepakatan Penjualan Paket Atribut

SMPN 1 Cikaum, Subang (dok. KM)
SMPN 1 Cikaum, Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – SMP Negeri 1 Cikaum, Kabupaten Subang, diduga menjual atribut sekolah ke siswa kelas 7 berupa paket setelan pakaian olah raga, topi, dasi dan batik, seharga Rp350.000 tanpa diketahui oleh komite sekolah.

Penjualan atribut tersebut dibenarkan oleh Waway Wobing selaku humas SMPN 1 Cikaum.
“Benar adanya kami (SMPN 1 Cikaum) menjual atribut tersebut,” kata Waway.

“Untuk pengelolaan penjualannya dilaksanakan oleh koperasi sekolah,” terang Waway saat ditemui KM di ruang kerjanya kemarin 9/10.

Adapun mengenai hubungannya dengan komite ia mengklaim bahwa harga dan item atribut yang akan dijual sudah dilakukan rapat dengan komite sekolah. “Namun, pada saat itu saya tidak hadir karena ada kegiatan sekolah yang lain,” katanya.

“Adapun dari jumlah PPDB ada 142 siswa kelas 7, namun 20 orang siswa ada yang tidak mampu, dan siswa tersebut tidak membayar untuk paket atribut,” pungkas Waway.

Sementara itu, ketua komite SMPN 1 Cikaum Abdurohim membantah pihaknya dilibatkan dalam penjualan atribut. “Saya selaku ketua komite, dalam hal untuk penjualan atribut tidak pernah diajak ataupun diundang untuk rapat. Begitupun sepengetahuan saya pengurus komite yang lain pun saya yakin tidak terlibat apapun terutama dalam hal penjualan atribut,” ungkap Abdurohim.

“Saya berharap ke pihak sekolah agar memberitahukan/mengajak komite sekolah, terutama dalam hal-hal menyangkut kepentingan sekolah, pungkasnya.

Reporter: Udin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*