ARUN Kecam Pernyataan Wiranto Tentang Pengungsi Gempa Ambon “Beban Pemerintah Pusat”

MALUKU (KM) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) mengecam keras pernyataan Menkopolhukam RI Wiranto yang mengatakan bahwa masyarakat Maluku “harus pulang ke rumah” karena menjadi “beban pemerintah pusat” menyusul terjadinya gempa yang memaksa sebagian warga Ambon untuk mengungsi.

“Pernyataan seorang pejabat negara yang tidak manusiawi, dengan mengatakan masyarakat Maluku menjadi beban pemerintah pusat,” ungkap Ketua Bidang Sosial Politik ARUN, Abdul Syukur Sangadji kepada KM, Kamis 3/10.

“Masyarakat Maluku yang sedang tertimpa musibah bencana alam gempa bumi seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, bencana alam itu bukan kami yang meminta, tapi sudah menjadi kehendak alam,” tambah Abdul yang juga Ketua Umum Advokat Maluku Indonesia.

Abdul menuturkan, Wiranto harus meminta maaf atas pernyataan tersebut. “Kami masyarakat Maluku juga sebagai warga negara Republik Indonesia, sudah menjadi kewajiban pemerintah dan stakeholder lainnya untuk memberikan tanggungjawabnya atas kehidupan masyarakat Maluku,” tuturnya.

“Ya pernyataan Menkopolhukam Wiranto tidak berperikemanusiaan, harus segera meminta maaf kepada seluruh masyarakat Maluku dan rakyat Indonesia,” pungkas Abdul.

Reporter: Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.