Singgung Dugaan Gelar Akademik Palsu oleh Calon Pimpinan DPRD Kota Bogor dari Partai Golkar, Aktivis: “Klaim Salah Ketik oleh DPP tidak Masuk Akal”

Logo Partai Golongan Karya (Golkar) (stock)
Logo Partai Golongan Karya (Golkar) (stock)

BOGOR (KM) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pihak DPP Partai Golkar telah “salah ketik” gelar akademik dalam surat rekomendasi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor. Namun klaim tersebut dianggap “sangat tidak logis dan tidak masuk akal” oleh Ketua Aliansi Pengawal Pelayan Publik Dan Kebijakan Publik Republik Indonesia (AP3KPRI) Ruby Falahadi.

“Salah ketik, sangat tidak logis dan tidak masuk akal, untuk sekelas DPP Partai Golkar dalam mengetik surat rekomendasi seorang pimpinan DPRD,” ungkap Ruby kepada KM, Kamis 12/9.

Menurut Ruby, jika hanya persoalan salah dalam mengetik kenapa ketika penyerahan surat tersebut tidak dibaca atau diperhatikan secara detail? Ini surat soal pimpinan DPRD, soal gelar akademik, bukan sekedar surat-surat biasa.

“Ya tentunya surat itu melalui proses yang resmi, dari awal pleno DPD Kota Bogor hingga ke DPP Partai Golkar dan kembali lagi dari DPP sampai ke DPD,” jelas Ruby.

Saat ini, lanjut Ruby, surat rekomendasi tersebut sudah masuk ke DPRD Kota Bogor yang akan segera disahkan. Untuk itu perlu pendalaman lagi, karena dirinya menilai ada sesuatu yang “sangat mencurigakan” dari surat rekomendasi DPP Partai Golkar tersebut.

“Ini bukan sekedar salah ketik, ada indikasi permainan dalam tubuh Partai Golkar dalam memperebutkan kursi pimpinan di DPRD Kota Bogor,” pungkas Ruby.

Diketahui sebelumnya, ada dugaan pemakaian gelar akademik palsu dalam surat rekomendasi pimpinan DPRD Kota Bogor Eka Wardhana, dimana tertulis gelar M.Si., MM. Sedangkan Eka Sendiri mengakui bahwa dirinya bergelar akademik S.IP.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*