Perusahaan Berdomisili Misteri Masih Garap Proyek Pemkot Bogor, Pengamat: “Penuh Kongkalikong, Menipu Rakyat”

Proyek lift di lingkungan Pemkot Bogor berjalan kembali (dok. KM)
Proyek lift di lingkungan Pemkot Bogor berjalan kembali (dok. KM)

BOGOR (KM) – Terus berjalannya pekerjaan dan pelaksanaan proyek Pemerintah Kota (Pemkot) oleh CV. Ananda Azka Perkasa yang domisilinya tidak jelas dikritisi oleh pengamat hukum dari Perkumpulan Mahasiswa Hukum Indonesia, Maleo, yang menilai ada kongkalikong dalam tubuh Pemkot dengan perusahaan tersebut.

“Tidak ada langkah atau tindakan dari Pemkot Bogor terhadap CV. Ananda Azka Perkasa yang tidak jelas keberadaannya, namun terus melaksanakan pekerjaannya, ini jelas dugaan kuat ada keterlibatan persekongkolan antara pengusaha dan Pemkot Bogor,” ungkap Maleo kepada KM, Kamis 19/9.

“Apalagi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada Sekretaris Daerah Kota (Setdakot) Bogor selaku bagian dari pelaksana lelang tender tidak dapat menunjukkan secara jelas keberadaan alamat perusahaan CV. Ananda Azka Perkasa, yang katanya sudah dilakukan survei (on the spot),” tambah Maleo.

Menurut Maleo, ini mencerminkan adanya pembiaran, tanpa ada langkah konkrit untuk menyikapi, bahkan jika perlu pelaporan secara hukum terhadap CV. Ananda Azka Perkasa yang tidak jelas domisili usahanya, nampak sudah semakin terang benderang ada persekongkolan pihak perusahaan dan Pemkot itu sendiri.

“Ya proyek yang menggunakan anggaran daerah, yang merupakan uang rakyat tersebut, berproses dengan penuh kongkalikong yang berarti sudah menipu rakyat, dalam hal ini membohongi warga Kota Bogor.”

Jadi proyek ini, lanjut Maleo, hanya mementingkan keuntungan bagi orang atau pihak tertentu saja. “Intinya proyek yang dilaksanakan oleh CV. Ananda Azka Perkasa yang tidak jelas keberadaannya, merupakan kongkalikong antara perusahaan dan pemerintah yang sudah menipu masyarakat Kota Bogor,” pungkas Maleo.

Diketahui CV. Ananda Azka Perkasa, berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, memenangkan tender proyek lift di lingkungan Balaikota Bogor senilai Rp 4 miliar lebih dan juga proyek kolam retensi Cibuluh senilai Rp 8 miliar lebih. Dalam penelusuran KM, domisili perusahaan tersebut tidak ditemukan di lokasi sesuai yang tertera pada LPSE maupun di lokasi yang diklaim oleh PBJ Setdakot Bogor.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*