KNPI Parungpanjang Apresiasi Film “Pocong Bukan Tuyul 2” Karya Pemuda Kancilmas Desa Lumpang

BOGOR (KM) – Pemuda Kancilmas Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menggelar acara nonton bareng film karya pemuda-pemudinya di Aula Desa Lumpang pada hari Sabtu malam 7 September dan Minggu malam 8 September 2019.

Sebuah film yang diproduksi untuk hiburan masyarakat, film ini berdurasi kurang lebih 40 menit, dan akan berlanjut di episode selanjutnya. Film ini menampilkan pemeran utama Heri Yanto sebagai pemuda pengangguran, M. Furqon pemeran pocong, Ade Firman, Eki Setiawan, Abdullah Baehaki, Sahrul Gunawan, Khairul Umam, Jost Effendi, Firdaus, Ambar, Dina Aulia, Edo, Rehan, Lilis Suryani, Tomi, Sertu Syahroni, dan Bripka Sandri Heri, yang mana kesemuanya merupakan pemuda-pemudi setempat.

Heri mengungkapkan bahwa film ini menampilkan cerita komedi, pertemanan, dan adegan horor, dan dibuat karena keinginan untuk berkarya.

“Jadi film imi sebagai komedi, pertemanan sampai ada horor dengan target utama hanya berkarya, ingin tahu pertemanan dan antusias atas karya pemuda/i dan masyarakat atas film ini,” ucap Heri.

Selain itu Heri menambahkan bahwa film ini disutradarai oleh Dede Basis, dan butuh waktu seminggu untuk mengggarap film ini dalam waktu siang dan malam di tempat yang berbeda-beda.

“Pemain ini ada 10 orang, butuh waktu seminggu dalam menggarap film ini, untuk waktunya siang dan malam di tempat yang berbeda-beda yang berada di Kancilmas Desa Lumpang, dan perkiraan menghabiskan biaya sekitar 3 sampai 4 juta rupiah,” tambahnya.

Pemeran lainnya, Ade Firman menuturkan bahwa sebagian hasil dari penjualan tiket nonton ini akan didonasikan kepada yatim piatu.

“Kami sebagai pemuda-pemudi Kancilmas akan mendonasikan kurang lebih 30% dari hasil pemjualan tiket untuk yatim dan piatu,” tuturnya.

Menanggapi inisisatif para pemuda ini, Ketua PK KNPI Parungpanjang Abdul Hakim mengaku “sangat mengapresiasi” karya pemuda Kancilmas Desa Lumpang ini. “Hanya tinggal dipoles sedikit saja agar film-film pemuda ini bisa berkibar di luar,” ujarnya.

“Untuk kualitas filmnya sangat luar biasa sekali, tinggal dipoles saja. Pandangan KNPI sangat apresisiasi penuh sebuah karya pemuda Kancilmas ini, akan tetapi masih harus dipoles oleh ahlinya, dan harus ada yang bimbing lagi oleh produser kawakan,” tambahnya.

Abdul menambahkan, kalau hasil dari penjualan tiket akan didonasikan untuk yatim dan piatu, donasikanlah 50%. “Akan tetapi donasi 30% pun sudah sangat luar biasa,” katanya.

“Semoga berkah dan manfaat untuk semuanya, sangat keren sekali karya pemuda-pemudi Kancilmas Desa Lumpang,” pungkasnya.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*