Diduga Tilep Dana Desa Lebih dari Rp183 Juta, Kades Compreng Diringkus Polres Subang

Polres Subang memberikan keterangan pers terkait penahanan Kades Compreng, 2/9/2019 (dok. KM)
Polres Subang memberikan keterangan pers terkait penahanan Kades Compreng, 2/9/2019 (dok. KM)

SUBANG (KM) – Polres Subang menetapkan Kepala Desa Compreng, Kecamatan Compreng yang berinisial WM sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun 2016. Kini tersangka sudah diamankan di Mapolres.

Kasus itu berawal dari adanya laporan polisi No LP-A/105/II/2019/JBR/Res SBG tanggal 27 Februari 2019, surat perintah penyidikan No SP Sidik/38/II/2019/Reskrim tanggal 28 Februari 2019 dan surat perintah perpanjangan penahanan nomor SSP.Han/68.a/VII/2019 Reskrim tanggal 15 Juli 2019.

Kerugian keuangan negara berdasarkan laporan hasil audit investigasi dari Inspektorat Daerah Subang nomor 700/186/ Irda tanggal 8 Maret 2019 terdapat indikasi kerugian keuangan negara daerah sebesar Rp183.388.357.

Kapolres Subang AKBP M Joni didampingi Kasatreskrim AKP Moch Ilyas Rustiandi mengatakan, kronologi kasus bermula ketika Pemdes Compreng menerima anggaran DD tahun 2016 dari APBN melalui Pemda Subang senilai Rp703.761.000 dibagi dua tahap untuk tahap 1 sebesar Rp422.256.600 dan tahap 2 sebesar Rp281.504.400.

“Anggaran tersebut digunakan pada tahap 1 sebanyak 18 kegiatan di bidang pembangunan desa. Untuk tahap 2 sebanyak 23 kegiatan di bidang pembangunan desa dan di bidang pemberdayaan masyarakat pembelian makanan balita,” ungkap Kapolres.

Pasal yang dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf b dan atau pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi maksimamal kurungan 5 tahun penjara.

“Dalam pengungkapan kasus terhadap 1 kepala desa yang terindikasi terjadinya kasus korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa tersebut kerugian kurang lebih Rp 183 juta,” katanya.

Adapun modusnya yaitu dari tahap 1 dan tahap 2 kegiatan pembangunan desa ada 18 pembangunan dan 23 tahap 2 pembangunan desa tersebut itu ada beberapa yang pelaksanaannya fiktif dan hanya dibuatkan SPJ-nya saja.

Reporter: udin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*