PP-PON Kembali Gelar Diklat Pemberdayaan Pemuda Untuk Tingkatkan Angka Wirausahawan Muda

(dok. KM)
(dok. KM)

MANADO (KM) – Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah membuka kegiatan Diklat Pemberdayaan Pemuda di Hotel Aryaduta Manado, Sulawesi Utara, yang digelar mulai tanggal 21 hingga 23 Agustus 2019.

Kegiatan yang digagas oleh Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON) tersebut merupakan yang kedua kalinya digelar setelah sebelumnya dilaksanakan di Malang pada tahun yang sama.

Diklat Pemberdayaan Pemuda kali ini diikuti oleh 150 peserta dan rencananya kegiatan ini akan digelar kembali pada bulan Oktober 2019 nanti.

Kegiatan yang mengambil tema “Membangkitkan Kewirausahaan Pemuda untuk Memajukan Potensi Ekonomi Daerah” tersebut diharapkan mampu mendorong dan menciptakan wirausahawan baru dari para pemuda.

“Ada perubahan perilaku bagaimana cara orang menikmati setiap informasi di era kini, salah satunya juga ada pada bagaimana wirausahawan harus memiliki sikap konsisten dan berani berinovasi untuk menciptakan sebuah produk yang bisa dan memiliki daya tarik, untuk selanjutnya bisa memiliki nilai jual. Kita bisa memulainya dengan cara mudah seperti dengan menggunakan perangkat media HP,” ucap Faisal saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut.

Pada acara diklat kali ini peserta dibekali 9 bahan materi kegiatan yang disampaikan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya. Plt Ketua PP-PON, Suprapto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momen bagus dimana dalam peringkat indeks kewirausahaan dunia, Indonesia menempati peringkat 90 dengan indeks pertumbuhan kewirausahaan ada pada kisaran 3%, jauh di bawah rata-rata negara ASEAN lainnya yang sudah mencapai angka 4% seperti Malaysia, Brunei, Singapura, dan lainnya.

“Kita berharap banyak sekali akan lahir wirausahawan-wirausahawan muda terbaik, sehingga persentase itu akan memberi pengaruh pada kenaikan angka persentase dari yang sudah ada, paling tidak bisa mengejar ketertinggalan dari negara ASEAN. Tentunya masih jauh jika harus mengejar Jepang yang sudah mencapai angka 11% dan Amerika 12% pada indeks pertumbuhan kewirausahaannya, dan ketertinggalan ini merupakan bagian tanggung jawab bersama dan untuk itulah kita (PP-PON) adakan kegiatan ini,” kata Suprapto.

Faisal juga menambahkan, di era “industri 4.0”, peluang wirausaha sangat terbuka baik dari segi inovasi melalui penyerapan informasi dan promosi, dan menurutnya peluang tersebut lebih diuntungkan lagi dengan tersedianya berbagai platform program media digital seperti sosmed sebagai sarana untuk memperkenalkan produk secara murah dan gratis.

“Harus explore diri dan yakin bahwa kita bisa membuat suatu produk dan produk itu akan lebih mudah cepat dikenal dengan memanfaatkan media digital seperti sosmed. Kita bisa memperkenalkan produk kita melalui sosmed seperti FB, IG, Twitter, Youtube dan media-media sosial lainnya yang memiliki fungsi sama untuk bisa menjadi alat bagaimana kita menggunakan dan menafaatkan sebaiknya untuk alat promosi,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Pusat PP-PON, Suprapto berserta jajaran dan staf serta narasumber dari Kadispora Provinsi Sulawesi Utara, Marlon Mersyil Sendoh, Direktur Akses Perbankan Bekraf Yuke Sri Rahayu, Akademisi Universitas Samratulangi, Mando Max Rembang, Kabid SDM dan Restrukturasi Usaha Dinas UKM Prov. Sulut, Viktor A.I Palar, Guru Besar Universitas Samratulangi Manado, Winda M. Mingkid, Pengusaha Sambal Ikan Roa, Fredriek I Lumante, Founder and CEO Sanzzy Boom, Riyan Adham Saputra Angka Wijaya.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*