Pelantikan Anggota DPRD Kota Bekasi Diwarnai Aksi Demo Mahasiswa

Aksi demo mahasiswa didepan kantor DPRD Kota Bekasi dihadang petugas kepolisian yang berjaga, Senin 26/8/2019 (dok. KM)
Aksi demo mahasiswa didepan kantor DPRD Kota Bekasi dihadang petugas kepolisian yang berjaga, Senin 26/8/2019 (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pelantikan 50 anggota DPRD Kota Kota Bekasi periode 2019-2024 diwarnai unjuk rasa puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pelajar Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang mengecam kinerja anggota DPRD 2014-2019 yang dinilai mati dan hanya menjadi alat eksekutif.

“Nurani anggota dewan sudah mati. Kami berharap kinerja anggota dewan baru tidak seperti yang lama, yang hanya jadi kacung pemerintah,” ujar Ketua Cabang PMII Kota Bekasi, Wifah Husnul Kuluq dalam orasinya, Senin 26/8.

Menurut Wifah, anggota Dewan yang telah disumpah dan berjanji sebagai wakil rakyat seharusnya menjalankan fungsinya sebagai lembaga legislatif, dan dituntut responsif dan aktif menjawab maupun menyuarakan persoalan rakyat.

“Karena periode lalu, hampir separuh dari jumlah anggota DPRD Kota Bekasi tidak mengerti tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat, serta hak sebagai anggota DPRD, maka dari itu kami PC PMII Kota Bekasi dengan sangat tegas mengetuk keras Anggota DPRD harus bisa bekerja untuk aspirasi masyarakat,” katanya.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa pendemo mencoba menerobos masuk ke gedung DPRD Kota Bekasi, namun dihalangi petugas kepolisian yang berjaga.

Reporter: Den
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*