Ogah Ganti Rugi Inisiatif Warganya yang Perbaiki Jalan Desa, Pemdes Megamendung Diancam Gugatan Pidana Korupsi

Nani Rohaeni Bersama Kuasa Hukum Sembilan Bintang dan Partner (dok. KM)
Nani Rohaeni Bersama Kuasa Hukum Sembilan Bintang dan Partner (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pemerintah Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dituding telah melakukan perbuatan melawan hukum oleh warga Kampung Sirnagalih RT02 RW 01 Desa Megamendung lantaran tidak mengganti kerugian yang ditanggung dirinya atas perbaikan infrastruktur umum yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak Pemdes.

Klaim tersebut dilontarkan oleh kuasa hukum Nani Rohaeni, warga Kampung Sirnagalih tersebut, dalam rilis pers yang diterima KM Jumat siang 30/8.

“Sudah 3 tahun berjalan, pihak Desa Megamendung tidak mengindahkan/melakukan perintah anggota DPR RI (Fadli Zon) dan DPRD Kabupaten Bogor (Iwan Setiawan), untuk melakukan pembayaran ganti kerugian ke pihak Nani Rohaeni,” ungkap anggota Tim Kuasa Hukum Sembilan Bintang dan Partner R. Anggi Triana Ismail dalam rilis tersebut.

“Sehingga klien kami mengalami kerugian baik secara materil maupun immateril, selama 3 tahun lamanya. Hak Nani Rohaeni ditelantarkan tanpa sebuah kepastian hukum,” tambah Anggi.

Anggi menuturkan, selain itu, pihaknya menduga perbuatan Desa Megamendung ini tidak hanya bisa dijerat Pasal 1365 KUH Perdata saja, tapi ada dugaan lain yang bisa dialamatkan kepada mereka yakni mengenai tindak pidana korupsi.

“Kami akan telusuri kasus ini dengan komprehensif, guna memastikan bahwa ada dugaan perbuatan melawan hukum lainnya yang bisa dijeratkan kepada pihak Desa, serta menegaskan bahwa keadilan memang berhak didapatkan oleh Nani Rohaeni,” pungkas Anggi.

Sebelumnya, Nani Rohaeni yang berdomisili di Kampung Sirnagalih RT02 RW01 Desa Megamendung berinisiasi melakukan perbaikan dan pengurugan jalan akibat longsor di daerahnya pada tahun 2016 lalu.

Kondisi jalan yang sudah tidak layak itu menggerakan hati sosok pemilik Yayasan Silih Asih Megamendung (Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa/Disabilitas) itu untuk memperbaiki jalan umum itu.

Setelah satu tahun kemudian, ada agenda kunjungan dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan anggota DPRD Kabupaten Bogor Iwan Setiawan ke Yayasan Silih Asih Megamendung milik Nani Rohaeni.

Dalam kunjungan tersebut, dengan tidak disengaja 2 tokoh wakil rakyat tersebut kaget mendengar pernyataan Nani tentang inisiatifnya melakukan perbaikan dan pengurugan tanah terhadap fasilitas umum Desa Megamendung.

Kedua politisi tersebut pun memanggil pihak Desa untuk melakukan klarifikasi atas adanya pembiaran terhadap kondisi infrastruktur kemasyarakatan di Desa Megamendung dan memperingatkan kepada pihak Desa Megamendung untuk segera melakukan pembayaran ganti kerugian ke Nani Rohaeni. Hal itupun disanggupi oleh pihak Desa, dan menyampaikan juga permohonan maaf secara lisan ke Nani Rohaeni, atas situasi tersebut. Namun hingga saat ini tahun 2019 ganti rugi pihak Desa kepada Nani Rohaeni belum juga terealisasikan.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*