Miris! Bocah Balita Ini Idap Malnutrisi Parah di Tanjungbalai, Masih Nantikan Perhatian Pemkot

TANJUNGBALAI (KM) – Khoirani Siregar (4), warga Jalan Pasar Baru, Gang Peringgan, Lingkungan IV, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Tanjungbalai Utara (TBU), Kota Tanjungbalai, divonis dokter mengidap gizi buruk dan gejala hidrosefalus. Saat ini, putri dari seorang nelayan bernama Khairiman Siregar (43) itu sedang menjalani perawatan di RSU Dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai.

Suara lirih bocah piatu itu terdengar tidak jelas meski dia sedang menangis ketika dijumpai di ruang rawat inap anak di rumah sakit kebanggaan masyarakat Kota Tanjungbalai itu. Air matanya terus menetes seakan memberi tanda bahwa dia sedang kesakitan.

Pantauan KM pada Rabu 7/8 di kamar itu, anak balita itu hanya ditemani oleh ayah dan neneknya. Tulang-tulang Khoirani sudah terlihat jelas akibat berat badannya yang terus mengalami penurunan, dan kepalanya yang terlihat mulai membesar. Meski berbagai macam usaha sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya, namun, kondisi Khoirani semakin memprihatinkan.

Khairiman Siregar saat ini hanya bisa berdoa untuk kesembuhan anaknya itu. “Segala usaha sudah dilakukan. Anak saya ini sudah dirawat selama 6 hari di Rumah Sakit ini, saya berharap kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai bisa membantu anak kami agar dia bisa sembuh dan mendapatkan perawatan yang terbaik. Rencana kami besok mau dibawa ke Medan, sekarang saya hanya bisa berdoa,” ujarnya kepada wartawan ketika ditemui. Hingga saat ini, Khoirani juga belum bisa berjalan dan hanya terbaring lemah di tempat tidur ruang anak Rumah Sakit RSU Dr.Tengku Mansyur itu. Kondisi tersebut diduga akibat penyakit yang dialaminya. Khoirani mulai terjangkit penyakit sejak beberapa bulan yang lalu.

Saat ditanyai kepada Khairiman apakah pemerintah Kota Tanjungbalai sudah ada yang datang untuk memberikan perhatian dan bantuan, ia menuturkan bahwa sejak dari dua bulan yang lalu putrinya sakit, hingga kini “belum ada sama sekali” pihak pemerintah yang datang untuk memberikan bantuan dan perhatian.

Sebelumnya, pada 23 Juli lalu, Wali Kota Tanjungbalai H. M. Syahrial menerima Piagam Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2019 dari Penteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di Makasar.

Perawat RSU itu membenarkan bahwa Khoirani mengidap malnutrisi.
“Hasil pemeriksaan dokter, Khoirani memang mengalami gizi buruk. Namun tak hanya gizi buruk, dokter juga menemukan penyakit lain yaitu gejala hidrosefalus atau pembekuan cairan pada kepalanya,” jelas perawat itu.

Khairiman Siregar berencana membawa anaknya berobat ke rumah sakit di daerah Medan, namun karena keterbatasan ekonomi, ia berharap ada perhatian pemerintah Kota Tanjungbalai dan dermawan untuk membantu kesembuhan putrinya.

Penyebab gizi buruk atau kwashiorkor adalah karena anak tidak memeroleh makanan dengan kandungan energi dan protein yang cukup. Penyakit tersebut biasanya muncul di tempat-tempat dimana warganya mengalami kelaparan atau kekurangan pangan, dan umumnya diidap oleh anak-anak balita dari keluarga yang sangat miskin.

Reporter: Eko Setiawan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.