Lawan “Kolonialisme Indonesia”, KNPB Serukan Mogok Sipil Nasional Bangsa West Papua

Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam KNPB Konsulat di Aula Asrama Papua di Tondano usai seminar sehari, Selasa 30/7/2019 (dok. KM)
Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam KNPB Konsulat di Aula Asrama Papua di Tondano usai seminar sehari, Selasa 30/7/2019 (dok. KM)

MANADO (KM) – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Konsulat Indonesia melakukan Seminar Nasional yang pertama untuk mobilisasi umum menuju “Mogok Sipil Nasional Bangsa West Papua”. Kegiatan tersebut digelar di Aula Asrama Mahasiswa Papua Tondano, Selasa 30/7.

Dalam sambutan pembukaan seminar tersebut, ketua umum KNPB Pusat Agus Kossay mengatakan bahwa persatuan harus dijaga sebagai generasi muda Papua, karena mahasiswa Papua adalah “agen perubahan bangsa, dan masa depan bangsa West Papua ada di pundak mahasiswa Papua dan kita semua.”

“Kami adalah satu karena roh yang sama mendiami dalam jiwa kita dan memiliki satu sejarah penindasan bangsa yaitu kolonialisme dan kapitalisme asing di West Papua,” kata Kossay

Ketua KNPB Konsulat Indonesia, Hizkia Meage dalam sambutannya mengatakan bahwa sebelum menuju mogok sipil nasional, bangsa West Papua perlu perkuat KNPB dari pusat, wilayah se-Tanah Air sampai di Konsulat dan merapihkan semua pergerakan pembebasan Bangsa dalam Komando Nasional.

Victor Yeimo, Jubir Internasional KNPB Pusat dan Fidel dari Front Rakyat Indonesia For West Papua yang menjadi pemateri dalam seminar bertajuk “Mobilisasi Umum Mogok Sipil Nasional” ini memaparkan, mogok sipil nasional bangsa West Papua harus dilakukan untuk meraih hak politik bangsa Papua Barat.

Menurutnya, referendum itu akan lahir ketika tindakan sadar, terdidik dan perlawanan terus menerus dilakukan di tanah air West Papua melawan “penjajah kolonial Indonesia” dan kapitalisme dunia. “Karena kemerdekaan suatu bangsa di dunia ini tak miliki secara damai, semua butuh pengorbanan harta dan nyawa,” kata Victor.

“Kekuasaan, jabatan, uang dalam kolonial Indonesia hanya semu, tak ada yang abadi. Semua hanya untuk mempertahankan keberadaan kolonial Indonesia di West Papua untuk menindas manusia Papua demi kepentingan kekayaan alam Papua,” lanjutnya.

“Mulai hari ini, Selasa 30 Juli 2019 KNPB secara resmi serukan mobilisasi umum mogok sipil nasional bangsa West Papua untuk menjawab penderitaan rakyat dan bangsa West Papua,” tegas Victor.

Sementara itu, Fidel dari Front Rakyat Indonesia untuk Kemerdekaan West Papua [FRI-WP] mengatakan bahwa Mahasiswa Papua membutuhkan kesadaran total untuk menjawab mogok sipil nasional bangsa West Papua.

“Tak cukup hanya kita ucapkan kata Papua Merdeka tetapi kesadaran itu harus benar-benar dari jiwa kita atas tangisan air darah Orang Asli Papua itu sendiri,” ujarnya.

Karena, kata dia, pendidikan hanya melegitimasi keberadaan “Kapitalisme dan Kolonialisme Indonesia di West Papua untuk menjajah Orang Asli Papua”.

Reporter: Ernest
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*