Kejurnas Grasstrack “Kebumen Cup” Diharapkan Mampu Dongkrak Olahraga dan Pariwisata Kebumen

Para juara Kebumen Cup Kejuaraan Nasional Grasstrack 2019 berfoto bersama dalam acara yang diselenggarakan di Sirkuit Wonoyoso Kebumen pada 24- 25 Agustus 2019
Para juara Kebumen Cup Kejuaraan Nasional Grasstrack 2019 berfoto bersama dalam acara yang diselenggarakan di Sirkuit Wonoyoso Kebumen pada 24- 25 Agustus 2019

KEBUMEN (KM) – Kejuaraan Nasional Grasstrack yang pertama di Kebumen diselenggarakan di Sirkuit Wonoyoso Kebumen, 24-25 Agustus 2019 dengan menggaet kerjasama Swallow, Bumen Sport Club, Jimbaran Otomotif Club, dan Kodim 0709/Kebumen.

Pimpinan Lomba Dwi Nurpito mengatakan bahwa Kejurnas Grasstrack ini adalah yang perdana di Kebumen sehingga peminatnya masih sedikit.

“Kebumen Cup Kejurnas Grasstrack ini adalah perdana di Kebumen sehingga sangat wajar sekali kalau antusias pembalap lokal di Kebumen sendiri belum banyak. Mudah-mudahan nanti semakin banyak peminat dan semakin maju. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintahan Kabupaten Kebumen,” katanya.

Penyelenggara yang juga Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf. Zamril Philiang mengatakan Kejurnas Grasstrack 2019 ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kebumen yang ke-390 dan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74.

“Kejurnas Grasstrack 2019 ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kebumen yang ke-390 dan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74. Selain itu kita ingin memperkenalkan Kabupaten Kebumen di seluruh Indonesia bahwasanya di Provinsi Jawa Tengah ini ada kabupaten yang berpotensi untuk maju dan berkembang dari berbagai sektor serta siap bersaing secara positif dengan kabupaten lainnya baik dari sisi olah raga, pariwisata dan sektor lainnya,” harapnya.

Kebumen Cup ini diikuti oleh 76 pembalap dengan jumlah stater 162 dengan kelas yang dilombakan dalam kejuaraan kurang lebih sebanyak 21,  antara lain Bebek Standard 4 tak 110 cc dan 125 cc, Bebek Modifikasi 4 tak 110 cc dan 125 cc junior, SE 50 cc, SE 65 cc, Trabas Open, Bebek Modifikasi 4 tak 110cc dan 125cc Senior, Sport dan Trail Senior, Minimotto 12 tahun, FFA Dulongmas, FFA lokal Kebumen dan Purworejo, serta kelas lainnya dengan peserta dari seluruh Indonesia.

“Kejuaraan Nasional ini diselenggarakan oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia-red) tentunya. Semoga untuk tahun berikut masih akan digelar di Kebumen sebagai tuan rumah ,” harapnya.

Bupati kebumen Yazid Mahfudz mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kejuaraan ini di Kebumen.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada IMI Pusat dan Jawa Tengah, Dandim 0709/Kebumen yang telah memberi kepercayaan kepada Kabupaten Kebumen untuk menyelenggarakan event Kejurnas Grasstrack ini. Tidak menutup kemungkinan Grasstrack ini akan menjadi agenda tahunan setiap hari jadi Kebumen dan HUT Kemerdekaan RI,” katanya.

Ketua DPRD Sementara Kabupaten Kebumen Bayu Aji mengatakan Kejurnas Grasstrack ini adalah salah satu alternatif kegiatan positif untuk kaum milenial.

“Kejurnas Grasstrack ini adalah salah satu alternatif kegiatan positif untuk kaum milenial untuk menyalurkan hobinya serta bisa mengurangi kegiatan-kegiatan negatif para remaja yang tidak bermanfaat,” katanya

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen Azam Fatoni mengatakan ini adalah salah satu alternatif untuk bisa mempromosikan pariwisata Kebumen, terutama GeoPark.

“Kejurnas Grasstrack ini menjadi salah satu alternatif untuk bisa mempromosikan pariwisata Kebumen terutama dalam GeoPark-nya, seizin dari IMI juga untuk trofi yang diserahkan untuk para juara dikemas dengan label Geopark. Hal ini akan mengangkat brand Kebumen di kancah kejurnas nasional maupun internasional. Kejuaraan ini seri pertama dilaksanakan di Semarang dan Kebumen menggelar seri yang ke-3,” harapnya.

Pemenang juara 1 kelas SE 50cc Agra Pratama (8), peserta asal Wonosobo, Jawa Tengah, mengaku sangat antusias untuk mengikuti Kebumen Cup Kejurnas Grasstrack ini. Siswa sekolah dasar di Salaman, Magelang, ini masuk dalam tim Putra Sawit 105 Club GTX, dan sejak usia 4 tahun sudah berlatih motor bersama ayahnya dan bercita-cita ingin menjadi pembalap.

Begitu juga dengan juara umum junior, Inggil Bernaditus, peserta asal Sragen, Jawa Tengah, yang masuk dalam tim 86 Norifum D1 Swallow 82 Tricky Bosesi SC, yang berharap untuk kedepannya Kebumen bisa menyediakan sirkuit yang lebih bagus. Pemenang juara umum junior ini mengikuti empat kelas. Siswa kelas 3 SMA di Sragen ini bisa membawa pulang 1 unit sepeda motor, beberapa trofi dan uang.

“Harapan kami Kebumen bisa menyediakan sirkuit yang lebih bagus dan tidak berdebu seperti sirkuit daerah lain dan kami sangat memaklumi sekali dengan kondisi sirkuit dadakan ini karena notabene Kebumen sendiri belum mempunyai sirkuit permanen,” harap Inggil.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*