Buntut Pengeroyokan 8 Aktivis Mahasiswa, Kuasa Hukum Korban Layangkan Somasi kepada Satpol PP Samarinda

SAMARINDA (KM) – Tuntutan terhadap pengeroyokan 8 aktivis mahasiswa oleh oknum Satpol PP Samarinda kembali digulirkan. Hari ini, Selasa 27/8, kuasa hukum korban mengirim somasi kepada Satpol PP Kota Samarinda.

Disebutkan Hilarius Onesimus Moan Jong, kuasa hukum korban, somasi ini terlepas dari proses hukum yang saat ini dalam proses penyelidikan di Polresta Samarinda.

“Terlepas dari proses hukum di Polresta Samarinda, hari ini kami mengirimkan somasi kepada Satpol PP Kota Samarinda untuk mengganti kerusakan barang milik korban, pemilik warung dan motor milik warga sekitar yang rusak akibat kejadian.”

Ones menerangkan bahwa pengrusakan oleh oknum Satpol PP itu masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum, berdasarkan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

“Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian pada orang lain mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu mengganti kerugian tersebut,” bunyi Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Isi dari somasi tersebut antara lain menuntut ganti rugi bagi Silvester Hengki Sanan dan para korban atas kerusakan handphone, sepeda motor warga serta perlengkapan warung, memberikan sanksi berupa pemecatan terhadap oknum anggota Satpol PP yang melakukan pengrusakan Warung Suryanata, memulihkan nama baik Silvester Hengki Sanan dan para korban lain.

“Somasi saat ini sudah kami kirim ke kantor Satpol PP Kota Samarinda, juga kami tembuskan ke Gubernur Kalimantan Timur, Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur dan Walikota Samarinda,” jelas Ones.

Sementara Yogi Prasetyo Putra, humas Aliansi Suryanata yang mengawal kasus ini menyebutkan, pihaknya tetap teguh untuk menuntut pencopotan Kepala Satpol PP Kota Samarinda dan mempidanakan oknum Satpol PP yang terlibat dalam pengeroyokan.

Tuntutan pencopotan Kepala Satpol PP Kota Samarinda, lanjut Yogi, saat ini menunggu jawaban dari Walikota Samarinda sementara proses hukum di Polresta Samarinda saat ini masih dalam proses penyelidikan.

“Apabila tidak ada jawaban dari Walikota Samarinda, aliansi akan turun kembali, aliansi juga akan [menekan] kepolisian untuk mempercepat proses hukum,” tutup Yogi.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa telah terjadi pengeroyokan oleh oknum Satpol PP Kota Samarinda terhadap 8 mahasiswa di Jl. Wahid Hasyim Kota Samarinda pada Jumat 9/8 lalu.

Kejadian bermula ketika pihak Satpol PP hendak memeriksa indentitas korban, namun terjadi kesalahpahaman pihak Satpol PP yang berujung cekcok dan pengeroyokan.

Sementara pihak Satpol PP Kota Samarinda sampai berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

Reporter: Yansen Geryvan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*