Alam Peudeung Berkibar di Haul Teungku Chik Bitai

Warga sedang memasang bendera Alam Peudeung di depan Kompleks Makam Desa Bitai, Kamis 28/8/2019 (dok. KM)
Warga sedang memasang bendera Alam Peudeung di depan Kompleks Makam Desa Bitai, Kamis 28/8/2019 (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Bendera kebesaran kerajaan Aceh Darussalam, Alam Peudeung yang menjadi simbol pemersatu rakyat Aceh kembali berkibar saat perayaan Hari Ulang Tahun (Haul) 494 Teungku Chik Dibitai di kompleks makam Desa Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Kamis 28/8.

Teungku Chik Dibitai, yang bernama lengkap Selahuddin, merupakan seorang jenderal perang dari Kerajaan Turki Utsmani. Ia dikirim ke Aceh pada abad ke-16 masehi untuk melatih ilmu pedang dan perang di Kerajaan Aceh Darussalam.

Sejarah singkat tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Muhammad Alfarisi dalam sambutannya.

Menurut Alfarisi, peringatan Haul bermaksud untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa hubungan harmonis Aceh dan Turki sudah berlangsung ratusan tahun.

Ia juga menjelaskan terkait berkibarnya bendera Alam Peudeung di lokasi makam Teungku Chik Dibitai. Menurutnya, bendera tersebut merupakan “simbol pemersatu” dan digunakan oleh Kerajaan Aceh di masa lampau.

“Hubungan diplomatik Aceh dan Turki terjalin sejak masa Sultan Alaidin Riyatsyah. Iskandar Muda juga alumi Turki. Simbol perekat rakyat Aceh di masa itu adalah bendera Alam Peudeung. Sehingga bendera ini relevan sepanjang zaman,” katanya.

Hal senada juga diutarakan Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh Turki (IKMAT), Muhammad Haikal. Katanya, Alam Peudeung sudah sepatutnya dijadikan bendera Aceh, sebagaimana diatur dalam UUPA, buah perundingan damai di Helsinki.

Selain itu, dia menyebut persaudaraan Aceh dan Turki terus berlangsung dan perlu dilestarikan. Haul ini menunjukkan betapa orang Aceh menghargai jasa jenderal perang Turki di masa itu.

Pelaksaan Haul sendiri diawali dengan Samadiah dan doa secara bersama-sama. Kemudian, shalawat badar berkumandang, dilanjutkan beberapa sambutan dan puncaknya tausiah dari Ustadz Amir Hamzah.

Tampak hadir sejumlah pejabat teras Aceh, Pemkot Banda Aceh dan sejumlah pimpinan ormas maupun tokoh masyarakat, agama dan cendikiawan.

Reporter: Muddin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*