Warga Babakan Pasar Tolak Septic Tank Komunal Pemkot Bogor
BOGOR (KM) – Rencana pembuatan septic tank komunal Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di wilayah RT 03 RW 09 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mendapat penolakan dari masyarakat.
Seorang warga RT 03, sebut saja Abah, mengatakan bahwa warga menolak lantaran tidak dilibatkan dalam pembuatan keputusan untuk pembangunan septic tank tersebut.
“Kami dari warga akan menolak pembuatan septic tank komunal yang akan dibuat di wilayah RT 03. Kenapa kami semua tidak dilibatkan ataupun diberikan sosialisasi yang jelas dari rencana tersebut?” ungkap Abah kepada KM, Minggu 28/7.
“Memang pada tanggal 24 Juli 2019, kami diberitahukan soal pembuatan septic tank komunal, dan langsung dimintai persetujuannya. Tetapi tidak semua warga, khususnya yang ada di RT 03, terutama tokoh-tokoh agama, pemuda, hanya beberapa warga, Ketua RT dan RW, Lurah dan dari Dinas PUPR,” terang Abah.
Abah menuturkan, saat itu warga yang menghadiri hanya sekedar spontanitas saja untuk menyetujui, dan tiba-tiba dibagi-bagikan amplop berisi uang. Hingga sekarang, warga belum memahami secara detail baik manfaat maupun dampak-dampak kedepannya dari septic tank komunal tersebut.
“Intinya kami warga menolak rencana pembuatan septic tank komunal tersebut, harus ada kajian bersama dulu baik pengurus wilayah dan tokoh-tokoh di wilayah, tidak setuju hanya sebelah pihak dan kepentingan tertentu,” tegas Abah.
Sementara Lurah Babakan Pasar Rena Da Frina membenarkan pembuatan septic tank komunal yang merupakan program Pemkot Bogor oleh Dinas PUPR. “Septic tank komunal ini dibangun sejalan dengan program naturalisasi Sungai Ciliwung, untuk mengembalikan sungai itu seperti sediakala dimana tidak ada limbah, sampah maupun limbah rumah tangga, termasuk kotoran manusia,” ungkap Rena kepada KM melalui pesan WhatsApp kemarin 28/7.
“Ya sebagian besar rumah di sepanjang Sungai Ciliwung khususnya wilayah Babakan Pasar tidak memiliki septic tank, jadi pembuangan langsung dialirkan ke Sungai Ciliwung,” tambah Rena.
“Jadi untuk mengurangi pencemaran limbah tersebut, maka pemerintah memiliki target membangun septic tank di rumah-rumah warga, baik individu maupun komunal, dengan keterbatasan lahan yang dimiliki warga,” jelasnya.
Ditanya tentang adanya aduan warga yang menolak pembuatan septic tank komunal di RT 03 karena tidak diajak berembuk dan adanya pembagian uang, dirinya mengaku tidak mengetahui.
“Serius? Dari warga mana? Untuk pertemuan yang terakhir saya hadir, tapi pertemuan yang sebelumnya memang saya kurang tahu, karena saya baru pindah.”
“Akan tetapi pada pertemuan yang terakhir warga tidak ada yang protes, dan kita tidak ada paksaan, lagipula jika mereka tidak berminatpun tidak kami paksa,” kata Rena.
“Ya karena warga tidak dirugikan apapun, karena semua biaya ditanggung pemerintah, itu yang saya tahu,” pungkas Rena.
Reporter: ddy
Editor: HJA
Leave a comment