Targetkan Capai 100 Cabang, Manajemen Rotte Bakery Launching Tema “Ada Kebaikan dalam Setiap Gigitan” Hingga Akhir 2019

Berbagai varian roti produksi Rotte Bakery, Depok (dok. KM)
Berbagai varian roti produksi Rotte Bakery, Depok (dok. KM)

DEPOK (KM) – Memasuki awal Juli 2019, manajemen Rotte Bakery melalui divisi marketingnya mengeluarkan kebijakan baru terkait upaya dan usaha untuk terus mengenalkan produk roti yang diproduksinya agar semakin familiar dan semakin diterima di segala lapisan masyarakat. Sejak didirikan di Pekanbaru pada 2016 silam, eksistensi Rotte Bakery sempat mengalami masa sulit di tahun pertama berdirinya, namun berkat keuletan Syafrizal Abdul Rasyid, sang pendiri Rotte Bakery tersebut melakukan perombakan sistem dan manajemen secara total.

Upaya perombakan tersebut membuahkan hasil yang signifikan, dimana dalam kurun waktu 2017-2018, jumlah outlet yang awalnya hanya 2 outlet meningkat drastis menjadi 16 outlet. “Ini berkat pola investasi berjamaah yang diterapkan oleh founder kami,” ujar Agus Suhendar dari Divisi Marketing Rotte Bakery.

“Saat ini total keseluruhan ada 39 cabang, di Pekanbaru dan sekitarnya ada 27, Medan ada 5, dan di Jabodetabek baru ada 7 outlet, targetnya di tahun 2019 ini menjadi 100 cabang,” lanjut Agus Suhendar saat diwawancarai Kupasmerdeka.com di outlet Rotte Bakery Cabang GDC Depok (7/7).

Agus juga mengungkapkan strategi marketing yang baru diluncurkan di bulan Juli 2019 ini dimana manajemen Rotte Bakery mengeluarkan kebijakan melakukan program pengembangan pasar dengan mengangkat tema besar “Ada Kebaikan di Setiap Gigitan”.

Outlet Rotte Bakery Cabang GDC Kota Depok (dok. KM)

Outlet Rotte Bakery Cabang GDC Kota Depok (dok. KM)

“Tema ini diangkat karena kami ingin mengirimkan pesan kepada para pelanggan bahwa pada setiap mereka membeli roti ini sebenarnya mereka sudah turut memberi sedekah, karena 20% dari margin juga kita sisihkan buat sedekah,” jelasnya lagi.

“Kami juga ingin agar masing-masing outlet ini punya dampak besar bagi lingkungan sekitar, makanya di bulan Juli ini juga akan dimapping data masjid dan data anak-anak yatim yang bisa di-support oleh masing-masing outlet. Setidaknya berdampak pada radius 4km dari outlet,” terang Agus Suhendar.

Agus juga mengungkapkan jika tema yang diusung tersebut akan digunakan hingga akhir tahun 2019 dengan diiringi beberapa program penunjang lainnya, seperti saat ini sedang bekerjasama dengan Hilo Nutri Food, kerjasama dengan koperasi Magnet Rezeki untuk program reseller, di awal Agustus akan launching Duta Kebaikan di setiap sekolah, program Rotte Back to School, program promo sarapan, juga menargetkan pasar di kalangan keluarga, dengan target komunikasinya “emak-emak” yang memiliki bisnis online, juga program sosial mengumrohkan marbot masjid dan penghafal Alquran pada bulan Desember, serta beberapa program pendukung lainnya.

“Program yang terdekat ini yaitu tahun baru hijriah, insya Allah kami akan mabit bersama 1000 anak yatim di Pekanbaru dan akan adakan workshop untuk mereka dengan tujuan mengembangkan bakat mereka. Misalnya yang punya bakat fotografi akan kita datangkan fotografer, dan sebagainya,” pungkas Agus.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*