Sarpras Tidak Memadai, Orang Tua Murid SDN Gunung Picung IV Lakukan Iuran

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Komite Sekolah SDN Gunung Picung IV, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menyelenggarakan rapat bersama para wali murid guna membahas pembagian BSM yang sudah tersalurkan, Sabtu 27/7.

Kepala Sekolah SDN Gn Picung IV yang juga hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa dalam penerimaan murid baru tahun ini, sekolah tersebut menjadi SDN nomor 2 penerima murid baru terbanyak setelah SDN Ciasmara. Kurangnya sarana-prasarana (sarpras) di sekolah tersebut mendorong para wali murid untuk mengumpulkan iuran bersama.

Mengomentari hal tersebut, aktivis Ali Taufan Vinaya yang juga salah satu orang tua murid yang hadir dalam kegiatan rapat tersebut sempat menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Bogor yang dinilai kurang memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan.

Kurangnya sarana dan prasarana seperti kursi dan bangku sekolah menjadi salah satu perhatian mantan aktivis FORKOT tersebut. “Negara harus hadir dalam persoalan ini, terlebih lagi ini masalah dunia pendidikan, anak-anak ini adalah masa depan dan aset bangsa yang harus dijaga dan diurus,” kata ATV dalam rapat koordinasi tersebut.

“Sebagai alumni SDN Gn Picung IV, saya punya tanggung jawab Moral untuk memperjuangkan agar sekolah ini bisa jauh lebih baik dan menunjang dalam segala hal, baik sarana sekolah seperti ruang kelas ataupun bangku dan meja untuk belajar,” lanjutnya.

“Saya minta Kadisdik dan anggota DPRD Kabupaten Bogor menyikapi dan memberikan perhatian untuk masalah ini. Ini terjadi bukan hanya di SDN Gn Picung IV saja, tapi ini terjadi juga di SDN Kertajaya 2 Kecamatan Rumpin,” tegasnya.

“Seharusnya para orang tua murid tidak perlu memberikan sumbangan, tapi kan kegiatan belajar mengajar juga tidak boleh berhenti karena sarana dan prasarana kurang memadai, itu terjadi karena memang tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Reporter: Ayub
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*