Obsesi Porno Anak Berujung Pembunuhan: Polres Bogor Paparkan Aksi Brutal Pemerkosaan Anak oleh Tukang Bubur

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Satreskrim Polres Bogor mengungkap kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak yang dilakukan oleh H (23) di Kampung Cinangka RT 002 RW 002 Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan Kapolres Bogor dalam konferensi persnya pagi ini 5/7, perbuatan bejat itu dilakukan oleh H pada hari Sabtu 29 Juni 2019 sekira jam 11 WIB ketika pelaku pulang jualan bubur ke kontrakannya, lalu dihampiri oleh korban yang meminta uang Rp2.000, yang diberikan oleh H.

Selang beberapa saat, H mengambil uang Rp10.000, kemudian menawarkan uang tersebut. Dengan iming-iming akan memberikan uang Rp5.000 lagi, H memaksa bocah malang itu untuk mengikuti keinginannya.

Kapolres Bogor kemudian menyampaikan rentetan peristiwa menyedihkan yang berujung tewasnya anak itu.

“Pelaku mencium pipi korban sebanyak 2 kali dan bibir korban. Saat pelaku mencium bibir korban, korban melawan dan pelaku berniat untuk menghabisi nyawa korban. Pelaku membekap mulut korban dengan tangan pelaku, kemudian pelaku mengangkat tangan pelaku dan dimasukkan [kepala korban] ke dalam ember berisi air penuh. Setelah 15 menit korban dipastikan tidak bernyawa lagi, pelaku mengangkat korban dan ditelentangkan di atas karpet masih berniat melanjutkan aksinya untuk menyetubuhi korban. Akhirnya mengangkat rok korban, membuka celana dalam korban dan memasukkan alat vital kelamin pelaku ke dalam vagina korban dan mengeluarkan sperma di dalam vagina korban. Setelah selesai pelaku langsung memasukkan korban ke dalam bak mandi dengan posisi terlentang dan ditutupi dengan karpet dan baju-baju kotor, meletakkan ember-ember berisi air di atas baju tumpukan tersebut supaya tidak terlihat. Setelah itu pelaku mengganti pakaiannya dan pergi ke rumah temannya. Pelaku meminjam uang ke temannya sebesar Rp300.000 dengan alasan akan dikirim ke kampung. Namun pelaku menggunakan uang itu untuk melarikan diri ke Surabaya, Semarang dan Pemalang dan kemudian ditangkap oleh kepolisian resor Bogor,” papar Kapolres.

Menurut pihak kepolisian, pada malam hari sebelum hari kejadian, pelaku menonton film porno dan pada pagi harinya masih terobsesi dengan film porno tersebut. “Sehingga sudah ada niat dan rencana untuk menyetubuhi korban sebagai pelampiasan pelaku,” kata Kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejak tahun 2016 pelaku sering mencuri celana dalam memiliki tetangganya untuk dihisap sebagai penyaluran nafsu harinya hingga saat ini sudah sekitar 1.000 celana dalam yang dicurinya. Pelaku juga memiliki kebiasaan menonton film porno yang diperankan oleh anak-anak.

“Barang bukti yang disita diantaranya 1 pasang sandal anak-anak berwarna biru, 6 potong kaos, 3 buah celana, 2 buah celana dalam, 1 karpet biru, 4 ember, 1 gayung, 1 kaos dalam anak, 1 buah baju korban, dan 1 buah celana dalam anak.”

“Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 dan atau pasal 81 atau pasal 82 undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 338 KUHP Jelaskan 2 atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup,” pungkas Kapolres.

Reporter: Ayub
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*