FPI Minta Pemkot Bogor Serius Tindak “Tempat Maksiat” Seperti THM dan penjual Miras

KupasMerdeka.com Berita Bogor
Apartemen Bogor Valley di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Front Pembela Islam (FPI) Kota Bogor mengapresiasi pernyataan sikap dari Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim dalam menyikapi adanya aduan prostitusi online di Apartemen Bogor Valley yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor, dengan meminta agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam pencegahan prostitusi tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) FPI Kota Bogor Ustadz Asep Abdul Qodir mengatakan bahwa pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk serius dalam menyikapi hal tersebut. “Dan kami siap untuk turun ke jalan menegakkan amar ma’ruf nahyi munkar, dengan menertibkan tempat-tempat yang di dalamnya terdapat kemaksiatan, khususnya di Kota Bogor,” ungkap Asep kepada KM, Selasa 16/7.

“Ya banyaknya tempat di Kota Bogor yang diindikasikan adanya prostitusi, penjual miras, narkoba dan tempat-tempat hiburan malam (THM), baik berbentuk kafe, diskotik, karaoke dan sebagainya,” tambah Asep.

Asep menuturkan, orang yang beriman “meyakini bahwa antara maksiat dan bencana mempunyai hubungan sebab dan akibat”.

“Dalam QS. Al-A’raf 96 s/d 99, dengan jelas menginformasikan tentang sunnatullah bahwa iman dan takwa suatu negeri adalah pembuka keberkahan-keberkahan bagi negeri tersebut, sebaliknya kedurhakaan kepada Alloh SWT adalah penyebab kemurkaan-NYA dan mengundang bencana serta malapetaka,” ujar Asep.

“Maka dalam menyikapi hal tersebut kami dari FPI Kota Bogor, telah melakukan beberapa program kegiatan diantaranya pembinaan terhadap generasi muda dengan dakwah dan taklim di setiap wilayah, untuk membentengi mereka dari terjerumus dalam kemaksiatan. Menegakkan hisbah dengan memberikan himbauan kepada tempat maksiat seperti THM dan para penjual minuman keras,” terang Asep.

“Sekali lagi kami dari FPI Kota Bogor, meminta kepada Pemkot Bogor untuk menindak serius, dan tegas dengan adanya indikasi protitusi di tempat-tempat yang disinyalir ada praktek tersebut, dan juga THM-THM, karena dapat mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan di wilayah Kota Bogor,” pungkasnya.

Reporter: ddy/FM
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*