Mualem Tarik Pernyataannya Soal Wacana Referendum Aceh, Tegaskan Rakyat Aceh Pro NKRI

Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf mengklarifikasi soal ajakam referendum bagi rakyat aceh. (dok. KM)
Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf mengklarifikasi soal ajakan referendum bagi rakyat Aceh (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem mengklarifikasi soal ajakan referendum bagi rakyat Aceh setelah ia menuding terjadi ketidakadilan dan menilai Indonesia “berada di ambang kehancuran” setelah gelaran Pemilu tahun ini. Dia mengaku ajakan mengikuti jejak Timor Timur itu dilakukannya secara spontan.

“Saya lakukan hal tersebut secara spontan, kebetulan pada event peringatan HUT meninggalnya Teungku Hasan Muhammad Ditiro (Wali Nanggroe Aceh),” kata Muzakir dalam video yang diperoleh Awak Media, Selasa 11/6.

Muzakir terlihat berbicara di depan kamera sambil berdiri. Dalam video berdurasi 1 menit 16 detik itu, ia memperkenalkan diri sebagai Ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA).

KPA sendiri adalah organisasi tempat bernaungnya mantan kombatan GAM pasca-perdamaian MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Dalam video tersebut, Mualem juga mengungkapkan empat poin.

“Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro-NKRI,” jelasnya.

Dia juga berharap butir-butir perdamaian yang diteken antara GAM dan pemerintah Indonesia yang belum sesuai dituntaskan ke depan. Selain itu, Mualem berharap Aceh lebih maju.

“Saya berharap Aceh ke depan harus lebih maju, membangun provinsi Aceh dalam bingkai NKRI,” bebernya.

Berikut ini transkrip lengkap pernyataan Muzakir Manaf:

Saya Muzakir Manaf selaku Ketua PA dan KPA menyatakan sebagai berikut:

1. Bahwa pernyataan saya tentang referendum tidak…[suara kurang jelas] rakyat Aceh saya lakukan hal tersebut secara spontan kebetulan pada event peringatan haul meninggalnya Teungku Hasan Muhammad Ditiro.

2. Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro-NKRI.

3. Saya berharap Aceh ke depan harus lebih maju membangun provinsi Aceh dalam bingkai NKRI.

4. Hal-hal lain yang menurut saya belum sesuai pasca-MoU Helsinki akan saya buat… (satu kata tidak jelas terdengar pengucapannya) sendiri guna menuntaskan semua butir-butir MoU Helsinki ke depan.

Seperti diketahui, pidato Muzakir Manaf terkait referendum juga telah viral di media sosial. Ia menyampaikan pidato saat memperingati sembilan tahun wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro. Acara digelar di Banda Aceh pada Senin 27/5 malam.

Acara HUT tersebut dihadiri sejumlah pejabat di Aceh dan mantan kombatan GAM. Dalam sambutannya, Mualem mengaku Indonesia saat ini sudah di ambang kehancuran.

“Alhamdulillah, kita melihat pada masa ini, bahwa negara kita Indonesia keadilan entah ke mana dan demokrasi entah ke mana. Jadi kita sama-sama melihat Indonesia diambang kehancuran dari segi apa saja. Kita ikut merasa sedih melihat keadaannya. Itu sebabnya, Pak Pangdam saya minta maaf, Aceh mungkin ke depan lebih baik kita minta referendum saja,” kata Mualem disambut tepuk tangan tamu undangan.

Reporter: muddin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*