Kepala Terminal Bekasi Bantah Terjaring OTT Karena Dugaan Pemerasan

Terminal induk bus Kota Bekasi (dok. KM)
Terminal induk bus Kota Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Beredarnya dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Terminal Bekasi, Bambang, dan dal op Kota Bekasi oleh tim Saber Pungli Polres Metro Kota Bekasi pada Rabu 29/5 atas dugaan pemerasan terhadap pengurus Bus Primajasa, kini menjadi pertanyaan.

Pada hari Kamis 30/5, menurut informasi yang didapat, dikabarkan bahwa kepala terminal Kota Bekasi itu telah dilepaskan.

Mengenai hal tersebut, Kupasmerdeka.com mencoba menghubungi Mustakim, ketua pengurus PO Primajasa di Terminal Bekasi melalui telepon, namun ia mengaku tidak mengetahui permasalahannya seperti apa.

“Saya sebagai ketua pengurus bus Primajasa tidak mengetahui persoalannya bagimana, enggak tau sama sekali, terkait penangkapan itu, mungkin salah kali bukan penangkapan sebenarnya,” terang Mustakim kepada KM.

Lanjut Mustakim, “Waktu itu saya tugaskan anak buah saya untuk menghadap kepala terminal, masalah line baru Cirebon-Bekasi. Perihal masalah surat karena katanya surat-surat mobil saya ini tidak lengkap, jadi anak buah saya suruh buktikan bawa semua surat fotokopi yang ada untuk diperlihatkan kepada kapala terminal, setelah anak buah saya mengantar surat-surat digerebek sama polisi atau apa, langsung dibawa,” paparnya.

Ketika ditanya mengenai pemberian uang kepada kepala terminal, dirinya menjelaskan tidak mengetahui. “Mungkin pada ngawur ini, setahu saya, anak buah saya perintahkan, mengantar surat, katanya mobil saya tidak ada surat-suratnya, saya suruh buktikan, bawa semua dua belas surat unit kendaraan, untuk diperlihatkan kepada kepala terminal,” jelas Mustakim.

Ketika dimintai keterangan pada Jumat 31/5, Bambang mengatakan bahwa penangkapan dirinya merupakan “salah faham”.

“Saya sangat apresiasi dengan kawan-kawan media online Kota Bekasi dalam mengumpulkan informasi dalam hal ini, demi narasi isi berita yang berimbang, namun saya sedikit mengklarifikasi bahwasanya penangkapan saya dan Dal Op kemarin Rabu (29/5) oleh pihak saber pungli Kota Bekasi itu cuman salah faham saja,” ujar Bambang.

“Hal tersebut dilakukan semata-mata karena adanya laporan masyarakat soal adanya armada bus yang banyak tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan, karena persiapan arus mudik lebaran, hal tersebutlah saya dimintai keterangan oleh pihak Polres Kota Bekasi,” ungkapnya.

Bambang juga membantah adanya penyitaan barang bukti uang dalam peristiwa tersebut.

“Mengenai hal tersebut, bahwa adanya barang bukti berupa uang pada saat kemarin, itu juga tidak benar adanya, karena yang dibawa oleh pihak kepolisian pada saat itu adalah data-data kendaraan yang memang sudah lengkap, karena itu saya diperbolehkan kembali ke rumah dan melakukan aktifitas keseharian,” jelasnya.

“Saya apresiasi kepada kinerja kepolisian Kota Bekasi yang cepat tanggap akan laporan masyarakat, jadi untuk berita bahwasanya Kepala Terminal Induk Kota Bekasi dan Dal Op Kota Bekasi itu di angkap tangan dan ditahan karena unsur pemerasan salah satu pengurus P.O. Bus Primajasa dalam hal buka jalur baru itu adalah hoax,” pungkasnya.

Reporter: Den, Mon
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*