Caleg Gerindra Kota Bogor Klaim Tidak Terima Manfaat dari Uang “Gotong Royong” yang Dipungut Partai

ilustrasi korupsi
Ilustrasi

BOGOR (KM) – Kemelut soal kasus dugaan penggelapan dana kontribusi/gotong royong oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Sopian Ali Agam, yang diklarifikasi oleh Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Ryanti Suryawan kemarin terus berlanjut.

Dalam keterangannya di media, Ryanti mengaku ada caleg yang pernah menanyakan soal dana tersebut, namun pihaknya tidak menanggapi lantaran sibuk.

“Ya saya rasa para caleg menanyakan, tapi kan pengurus juga punya kesibukan yang luar biasa setelah Pemilu ini,” terang Ryanti.

“Mulai mengurus Pilpres sampai Pileg. Tapi pada prinsipnya pengelolaan dana di Gerindra itu sangat transparan. Saya rasa ini hanya kesalahpahaman,” lanjutnya.

Menyikapi klarifikasi tersebut, caleg yang melaporkan Sopian membantahnya.

“Ucapan ini lucu juga yah. Seakan-akan saudari Ryanti dan jajaran DPC yang paling sibuk. Kami seluruh Caleg Gerindra Kota Bogor pun sibuk luar biasa mempromosikan diri, promosikan Partai. Promosikan Prabowo-Sandi. Belum lagi diantara kami mempromosikan Dewan Provinsi dan DPR RI.

“Kami tanyakan dari uang kontribusi kami, yang katanya buat APK, kami tidak terima dari DPC. Uang saksi salah satu dari kami, juga bayar saksi untuk jasa lelahnya bahkan yang tidak ikut melapor pun bayar saksinya sendiri,” terang caleg pelapor dalam keterangan pers tertulis yang diterima KM hari ini 16/6.

“Untuk kampanye akbar, beberapa kali di Kota Bogor dilarang turun ke jalan protokol, kemudian yang kami lakukan adalah kampanye simpatik, tanpa turun ke jalan protokol, contohnya PAC Tanah Sareal menggelar kampanye simpatik di Lapangan Munjul. Kami dikenakan masing-masing Rp 200 ribu dan membawa massa dengan biaya makan serta transport dari calegnya,” ungkapnya.

Sementara itu politisi Partai Gerindra Kota Bogor Pepen Firdaus menilai pelaporan terhadap Ketua DPC Partai Gerindra atas dugaan penggelapan dana kontribusi partai beberapa waktu lalu merupakan bentuk ketidakpahaman caleg atas aturan yang berlaku.

“Apa yang dilakukan Ketua DPC Gerindra sudah sesuai dengan aturan yang berlaku soal kontribusi kader atau Caleg ke Partai. Menurut saya semuanya sudah sesuai dengan aturan main yang ada, sumbangan itu juga sudah dialokasikan sesuai dengan kebutuhan Partai,” kata Pepen yang juga maju sebagai Caleg di Pemilu 2019.

Pernyataan Pepen juga dibantah oleh caleg pelapor.

“Untuk itu kami menanyakan, apakah saudara Pepen Firdaus juga sudah melaksanakan soal dana kontribusi sesuai yang berlaku harus lunas? Saudara Pepen sendiri apakah sudah lunas membayar kontribusi? Semoga sudah lunas,” ujarnya.

“Nanti kita akan mengetahui setelah rekening koran dibuka oleh Kepolisian. Delik aduan telah masuk pemberkasan laporan Polisi dan perkara, mari kita sama-sama hormati hukum yang akan segera berjalan. Sama seperti halnya Anda [Pepen] yang saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan atas kasus pemukulan terhadap Ketua PAC Bogor Tengah Kota Bogor Partai Gerindra,” tambahnya, merujuk kepada kasus pemukulan terhadap ketua Partai Gerindra PAC Kecamatan Bogor Tengah yang melibatkan Pepen.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Sopian Ali Agam mengaku aturan sumbangan dana kontribusi tertuang dalam AD/ART partai Pasal 62 ayat 2. Pernyataan tersebut kbali dibantah oleh para pelapor dirinya.

“Mohon maaf, dalam AD/ART Partai Gerindra Pasal 62 hanya ada 1 ayat. Isinya, soal sumbangan tidak terikat kepada Partai untuk kepentingan Partai. Secara umum, dana itu pun digunakan DPC Gerindra untuk kepentingan bersama. Mungkin maksudnya Pasal 58 ayat 2 yah, kalau tidak hapal lebih baik liat buku AD/ART nya kembali,” ungkap rilis tersebut.

Tak hanya itu, Sopian mengaku sudah menjelaskan secara rinci soal aliran dana kontribusi Partai kepada jajaran pengurus Partai Gerindra Kota Bogor. Namun penjelasan tersebut tidak diterima oleh para caleg. “Itu kan penjelasan untuk pengurus saja. Kepada kami, japri Whatsapp atau pun di grup tidak direspon.”

Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Hujan itu juga mengaku siap menunjukkan semua bukti transaksi pembayaran yang menggunakan dana tersebut. “Intinya mereka itu ingin apa yang diberikan kepada Partai kemarin dikembalikan, semua bukti alokasi penggunaan dana ada kok semuanya, mulai dari kwitansi hingga sejumlah pengeluaran yang menggunakan anggaran itu,” ucap Sopian.

“Boleh, silahkan mohon di audit juga oleh akuntan publik,” tambahnya.

Sebelumnya, empat caleg Partai Gerindra melaporkan Ketua DPC Partai Gerindra Sopian Ali Agam ke Polresta Bogor Kota, pada Sabtu (01/06) lalu, atas dugaan penggelapan dana partai.

Mereka adalah caleg Daerah Pemilihan (Dapil) Tanah Sareal Nina Anggraeni, Caleg Bogor Barat Nina Murdiana dan Aang Syahbana serta Caleg Bogor Utara Roro Rosdiana.

Pelaporan tersebut merupakan langkah yang diambil keempatnya, lantaran hingga kini para caleg belum menerima laporan pertanggung jawaban yang jelas terkait alur penggunaan dana partai berlambang burung garuda tersebut.

“Hingga kini kita belum menerima laporan pertanggung jawaban penggunaan dana itu, padahal kejadian ini sudah cukup lama sekitar Mei hingga Juni 2018 silam. Artinya kami menduga ada penyelewengan di dana itu,” bebernya.

“Kejadian penghimpunan dananya benar telah silam. Namun kami memberikan kesempatan pelaporan dan transparansi, yang telah kami sampaikan sejak 23 September 2018, sampai dengan akhir tenggang waktu pengembalian dana yaitu 31 Mei 2019. Kali ini kami buatkan laporan resminya,” pungkasnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*